Skip to main content

Perawatan Tradisional wanita : 3 Cara Memutihkan Kulit Tangan dan Kaki Secara Alami




1. Campuran Wortel dan Bodylotion
Siapa sih yang gak tahu wortel, jenis sayuran yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Ternyata selain baik untuk mata, wortel juga baik untuk menjaga kesehatan kulit. ini dia caranya :

a. Alat-alat :
1. Parutan
2. Piring / wadah
b. Bahan-bahan :
1.Beberapa batang Wortel / secukupnya
2.Body lotion
c. Cara Penggunaan :
1. Silahan parut wortel
2. Kemudian campurkan dengan body lotion
3. Lalu, aduk hingga merata
4. Selanjutnya anda balurkan ke kulit tangan dan kaki dan tunggu sekitar 15-20 menit
5. Setelah itu barulah bisa dibersihkan



2. Madu, Gula dan Pisang
Selain enak untuk dimakan ketiga bahan ini juga bisa digunakan untuk merawat dan memutihkan kulit juga lhoo!. Berikut caranya :

a. Bahan-bahan :
1. 4 Sendok makan madu asli
2. 4 Sendok makan gula pasir
3. Pisang secukupnya

b. Cara Penggunaan :
1. Silahkan sediakan wadah, (piring, mangkuk dsb)
2. Buka kulit pisangnya kemudian simpan didalam wadah tadi
3. Kemudian campurkan dengan madu dan gula pasir yang sudah disediakan
4. Campur dan aduk ketiga bahan tersebut hingga merata
5. Kemdian balurkan pada kulit tangan dan kaki, kemudian tunggu sekitar 10-20 menit, setelah itu bersihkan

3. Beras dan Minyak Zaitun
Beras merupakan makanan pokok orang indonesia, tapi ternyata di beberapa negara, beras jugadipercaya dapat memutihkan kulit, dan apa bila dicampur dengan minyak zaitun, beras juga dapat menghambat proses pengkriputan pada kulit, keren kan! Ok berikut caranya :

a. Bahan-bahan :
1. beras / secukupnya
2. Minyak zaitun

b. Cara Penggunaan :
1. Tumbuk beras sehalus mungkin
2. Kemudian campurkan dengan minyak zaitun
3. Setelah itu balurkan pada kulit tangan dan kaki anda dan tunggu sekitar 10 - 20 menit, lalu bersihkan


Nah. itulah dia beberapa tips memutihkan kulit secara alami, walaupun cukup ribet tapi apa salahnya untuk dicoba. Lagipula tak semua perawatan kulit yang berbayar itu bagus, selain akan menghabiskan banyak biaya, juga beresiko. Sebaiknya kita menggunakan yang alami saja, walaupun prosesnya tidak sesimple yang berbayar tapi jangan remehkan hasilnya. "Alami itu sehat".

Popular posts from this blog

Cara Mengetahui Kesehatan Mental Anak ketika Banyak Berada Dirumah

Tanpa terasa pandemi sudah berjalan lebih dari dua tahun. Selama itu pula anak harus menjalani School From Home (SFH) atau pembelajaran jarak jauh demi menekan angka penularan. Penyesuaian kebiasaan baru ini tentunya memiliki tantangan tersendiri bagi anak-anak. Mereka yang terbiasa selalu berinteraksi dengan teman dan pergi ke sekolah mendadak harus diam di rumah seharian. Banyak keluhan yang diungkapkan oleh orang tua karena merasa anaknya tidak bisa berkonsentrasi dengan baik selama SFH. Selain itu, tanda-tanda kebosanan juga mulai ditunjukkan oleh anak sehingga berdampak pada tingkat konsentrasi mereka. Moms, jangan anggap remeh kondisi ini karena bisa jadi anak sedang mengalami depresi. Gangguan kesehatan mental anak yang berkepanjangan dapat berakibat buruk pada masa depan mereka. Supaya tidak salah langkah, yuk simak berbagai informasi terkait kesehatan jiwa atau mental anak selama school from home di bawah ini. Apa Itu Kesehatan Mental?        ...

Rahasia Bunda Untuk Menyapih Asi Buat Sikecil

Jika buah hati telah menginjak usia 2 tahun, siap-siap waktunya untuk menyapih. Banyak ibu merasa khawatir menghadapi momen menyapih, terutama untuk anak pertama. Yang perlu diperhatikan dalam menyapih ASI adalah lakukan secara bertahap, alihkan perhatian si anak dengan aktivitas lain, dan jangan ragu meminta bantuan suami. Periode menyusui memang momen yang tak terlupakan. Saat bonding, ikatan batin antara ibu dan anak pun semakin kuat. Namun ada saatnya bayi tumbuh menjadi balita dan ibu harus menyapih ASI. Berikut ini tip untuk menyapih ASI, seperti dilansir laman Boldsky. 1. Lakukan bertahap Menyapih ASI harus dilakukan secara bertahap, mulai dengan mengurangi frekuensi menyusui hingga menghentikan proses menyusui secara perlahan. Kurangi proses menyusui pada siang hari. Biasanya, cara ini mampu mengurangi produksi ASI. Secara bertahap, anak akan dapat mengikuti proses penyapihan dengan baik. 2. Menyiapkan pengganti Coba gunakan botol susu berisi ASI perah atau jus untuk mengganti ...