Coba bunda perhatikan yaa ,,
1. Bayi Anda Sedang Lapar Mendapatkan makan secara rutin dari orang tuanya adalah salah satu kebutuhan mendasar bayi. Ketika kebutuhan makan ini tidak dipenuhi dengan benar, maka bayi Anda bisa kelaparan dan akan menangis. Kelaparan mungkin bisa menjadi kecurigaan pertama yang harus Anda pikirkan saat bayi Anda rewel. Masalah ini lebih umum pada bayi yang belum mulai diberikan makanan padat bayi atau MPASI. Hal ini karena cairan(susu)tidak bisa menahan lapar untuk waktu yang lama seperti MPASI – nah inilah sebabnya mengapa bayi menjadi lebih sering lapar. Lihatlah lebih dekat bayi Anda, dan jika dia menggeliat, gerakan mengisap, atau menggerakan mulut, atau mengisap jari, berarti bayi Anda memang lapar. Berikan bayi Anda ASI atau susu formula seperti biasanya. Jika bayi Anda memang sedang lapar, maka tangisannya akan segera berhenti setelah diberikan makanannya.
2. Popok bayi Anda basah atau kotor dan perlu diganti Sebagian besar bayi diketahui tidak bisa menerima jika popoknya kotor atau basah. Karena rasa ketidaknyamanan ini, bayi secara naluriah ekan memberitahukan kepada Anda dengan cara menangis. Popok yang basah bisa mengiritasi kulit bayi yang masih sangat lembut. Nah rasa tak nyaman inilah yang menyebabkan mereka menangis. Setelah popoknya yang basah diganti, bayi Anda akan tenang dan tidur kembali. Cobalah untuk mengganti popok Bayi Anda secara teratur setiap dua atau tiga jam sekali, untuk mengurangi risiko ruam popok.
3. Bayi Anda mengalami iritasi atau Ruam Popok Ruam popok adalah ruam yang berada dieskitar daerah popok, yaitu yang meliputi paha atas, p*ntat dan area vital bayi bisa menjadi alasan kenapa bayi Anda menangis terus. Kulit yang teriritasi ini bisa terasa menyakitkan, dan jika tidak ditangani dengan tepat waktu bisa menyebabkannya menjadi lecet-lecet. Lihat juga : Keamanan dan manfaat Jamur untuk Bayi dan Balita Ruam popok ditandai dengan kulit yang berwarna merah , dan sering-seringlah diberikan krim ruam popok. Kalau perlu Anda bisa berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mendapatkan nasihat lebih lanjut. Untuk mencegah ruam popok, selalu gunakan krim di popok saat diganti, dan sering menggantinya.
4. Bayi Anda merasa kelelahan Ketika bayi merasa lelah, mereka biasanya hanya bisa menangis karena tak tahu harus melakukan apa. Karena rasa kelelahan, bayi memerlukan tidur. Dan karena bayi tidak bisa tidur sendiri, maka ia akan menangis. Bayi yang merasa sangat lelah mungkin justru menjadi sulit untuk tidur, dan cenderung akan rewel dan menangis oleh hal apapun. Peluk dan goyang-goyang bayi Anda, atau Anda juga bisa menggunakan alat white noise atau suara dengungan seperti dari pengering rambut atau kipas angin bisa menenangkan bayi yang menangis dan membantu membuantya tertidur. Lakukan rutinitas seperti hari-hari biasanya, dan pastikan bayi tidak sampailelah. Perubahan rutinitas bisa mengganggu waktu tidur siang bayi dan membuatnya lelah.
5. Bayi Anda mengalami masalah pada pencernaan Gas perut atau kolik juga bisa menyebabkan bayi sering menangis. Dalam kasus kolik, bayi mungkin akan selama berjam-jam. Jika bayi Anda masih terus menangis meskipun telah diberi makan atau susu, mungkin itu pertanda masalah pencernan. Penyebab utama kolik adalah udara yang terjebak di dalam usus yang menyebabkan rasa sakit dan rasa ketidaknyamanan bayi. Mandikan bayi dengan air hangat yang nyaman. Hal ini akan mengalihkan bayi dari rasa ketidaknyamanan perutnya, dan juga bisa membuatnya mengantuk. Meletakkan kain bersih yang sedikit hangat di perut bayi bisa memberikan meredakan gas perut bayi dan membuatnya berhenti menangis. Jika bayi Anda rentan terhadap masalah terkait gas, menempatkan dia di punggungnya, memegang kakinya dan menggerakkan kakinya dalam gerakan bersepeda lembut. Latihan ini membantu menghilangkan gas bila dilakukan 2 atau 3 kali sehari.
6. Bayi Anda sedang butuh Perhatian dan kasih sayang Anda Bayi tidak diciptakan sebagai makhluk penyendiri, dan bahkan sangat senang bersosialisasi. Kebanyakan bayi akan berharap berada di sekitar orang-orang. Inilah sebabnya mengapa bayi sering menangis ketika ingin bermain atau ingin keberadaan orang tuanya. Bahkan beberapa bayi lebih sensitif lagi, dan membutuhkan banyak pelukan atau gendongan. Ketika mereka merasa tidak mendapatkan perhatian mereka butuhkan, mereka akan menangis. Bayi akan berhenti menangis setelah mendapatkan stimulasi sensorik dari setuhan, pembicaraan dan pelukan. Cukup dekatkan bayi Anda di dada Anda untuk menghentikan tangisannya. Irama detak jantung, kehangatan tubuh, dan hingga bau Anda adalah apa yang dibutuhkan bayi ketika butuh perhatian.
Semoga bermanfaat ya Bunda ..
