Skip to main content

Terlalu sering berlama lama didepan Laptop atau gadget membuat iritasi pada mata...? tenang berikut ini adalah Tips dan Trik agar mata tetap sehat..!!!



Mereka yang sering beraktivitas lama di depan komputer rentan terkena iritasi mata. Jika terus dibiarkan, hal ini bisa berdampak buruk terhadap kesehatan mata.  

Belum lagi penggunaan ponsel, nonton televisi atau film. Mata hampir tak pernah istirahat kecuali tidur. Dan perlu diketahui, sinar dan cahaya layar komputer, ponsel, dan televisi dapat mempengaruhi saraf mata.

Kalau Anda mendapati anak-anak Anda seperti itu, hati-hati, karena jika tidak diantisipasi dengan baik, bukan tak mungkin mereka bisa mengalami berbagai gangguan penglihatan. “Biasanya, orang tua baru mengajak anak-anak ke dokter mata setelah mereka mengalami gangguan di sekolah,” ungkap dr. D. A. M. Canara Sari, SpM, spesialis mata anak dari klinik mata SMEC Jakarta, yang biasa dipanggil dr. Nanda.

Ada tiga gangguan penglihatan yang berisiko dialami anak akibat penggunaan gadget yang terus-menerus dalam jangka panjang, menurut dr. Nanda, yaitu kelelahan pada mata atau astenopia, mata kering dan rabun jauh atau myopia.


Seperti halnya pada orang dewasa, ketika mata mengalami kelelahan, pupil lambat bereaksi terhadap cahaya karena telah berlebihan terkena cahaya. Hal itu karena otot-otot mata dipaksa bekerja keras, terutama saat harus melihat objek dekat dalam jangka waktu lama. Ketika otot mata letih, maka mata akan terasa tidak nyaman atau sakit, perih, panas, iritasi akibat mata yang kering, mengantuk, merah dan berair. Kondisi-kondisi itu dapat memengaruhi pandangan, sehingga penglihatan terasa buram, ganda, dan kemampuan melihat warna menurun. Tak jarang, menurut dr. Nanda, gejala-gejala itu juga diikuti sakit kepala. 

“Kita memang sulit mengetahui gejala-gejala mata lelah tersebut pada anak yang masih kecil dan belum bisa berkomunikasi dengan orang tuanya. Namun orang tua bisa mewaspadai anak mengalami kelelahan pada mata, ketika anak mengalami refleks berkedip yang lebih sering. Karena biasanya, kalau mata lelah, air mata juga akan cenderung kering, sehingga anak jadi lebih sering berkedip,” tambah dr. Nanda. ”Meski demikian, ada juga penyakit lain yang bisa menyebabkan hal itu, seperti alergi.” 


Selain itu, bila anak sudah punya kecenderungan rabun jauh – akibat faktor genetik, yang diturunkan oleh orang tua yang myopia, maka risiko penambahan minus mata anak bisa lebih cepat dengan penggunaan gadget berlebihan. “Bukan gadget yang menimbulkan myopia, tetapi aktivitas anak yang terbiasa melihat benda-benda berjarak dekat secara berlebihan. Hal itu akan mengganggu dan menurunkan fokus mata mereka untuk benda-benda berjarak jauh. Risiko myopianya pun bisa muncul lebih awal, atau penambahan minusnya lebih besar,” kata dr. Nanda. 

Untuk itu, perhatikan beberapa saran dari dr. Nanda berikut ini :

Jarak antara mata dengan layar

Jangan biarkan anak terlalu mendekatkan layar gadgetnya ke mata. Atur jarak gadget 30-40cm dari mata. Perhatikan juga letaknya, sebaiknya agak lebih rendah dari ketinggian mata, setidaknya bagian tengah layar gadget antara 10-23cm di bawah posisi mata. 

Pencahayaan ruangan 

Sebaiknya cahaya ruangan tempat anak Anda beraktivitas dengan gadget tidak terlalu terang maupun redup. Cahaya ruangan yang terlalu terang akan membuat silau dan mengganggu penglihatan. Sementara ruangan yang terlampau gelap dapat mempercepat kelelahan mata karena kontras cahaya layar gadget dengan ruangan sekitarnya jadi sangat tinggi, sehingga gadget pun akan memberikan cahaya berlebihan. 

Level pencahayaan layar

Atur seminimal mungkin karena itu memberikan pengaruh besar pada kontraksi mata.

Jeda

Batasi waktu penggunaan gadget anak hanya satu jam per hari, dan usahakan setiap 30 menit anak beristirahat selama lima menit. Atau, terapkan rumus 20, 20 20. Setiap 20 menit penggunaan gadget, istirahatkan selama 20 detik dan ajak anak melihat benda-benda berjarak 20 kaki atau enam meter. Pastikan juga anak lebih lama bermain di luar rumah, karena menurut dr. Nanda, sinar matahari dapat menghambat hormon yang mempercepat pertumbuhan bola mata, sehingga risiko penambahan minus mata anak lebih kecil. Jangan lupa juga ingatkan anak berkedip untuk membasahi matanya, agar tidak menimbulkan mata kering. 

Penggunaan gadget terlalu lama ditambah dengan polusi dan debu membuat mata menjadi sakit. Boldsky, Sabtu (25/3) melansir resep terbaik untuk menjaga kesehatan mata. Berikut penjelasannya:

Bahan-Bahan :

Jus wortel ½ gelas

Madu 1 sendok makan

Cara Membuat :

Campurkan seluruh bahan di dalam gelas kemudian aduk rata. Konsumsi setiap pagi sebelum sarapan selama 2 bulan untuk hasil optimal.

Khasiat :

Cara alami ini bisa mempertahankan kesehatan mata dari dampak menatap layar komputer terlalu lama. Resep ini juga membuat saraf mata lebih rileks. Coba atur waktu istirahat sejenak jika sudah menatap layar komputer berjam-jam.

Madu kaya dengan vitamin A dan antioksidan yang dapat melembabkan saraf mata dan membuat mata lebih sehat. Begitu juga dengan jus wortel yang sudah diketahui khasiatnya sejak dulu. Resep ini juga dapat mencegah mata merah akibat iritasi


Popular posts from this blog

Cara Mengetahui Kesehatan Mental Anak ketika Banyak Berada Dirumah

Tanpa terasa pandemi sudah berjalan lebih dari dua tahun. Selama itu pula anak harus menjalani School From Home (SFH) atau pembelajaran jarak jauh demi menekan angka penularan. Penyesuaian kebiasaan baru ini tentunya memiliki tantangan tersendiri bagi anak-anak. Mereka yang terbiasa selalu berinteraksi dengan teman dan pergi ke sekolah mendadak harus diam di rumah seharian. Banyak keluhan yang diungkapkan oleh orang tua karena merasa anaknya tidak bisa berkonsentrasi dengan baik selama SFH. Selain itu, tanda-tanda kebosanan juga mulai ditunjukkan oleh anak sehingga berdampak pada tingkat konsentrasi mereka. Moms, jangan anggap remeh kondisi ini karena bisa jadi anak sedang mengalami depresi. Gangguan kesehatan mental anak yang berkepanjangan dapat berakibat buruk pada masa depan mereka. Supaya tidak salah langkah, yuk simak berbagai informasi terkait kesehatan jiwa atau mental anak selama school from home di bawah ini. Apa Itu Kesehatan Mental?        ...

Perawatan Tradisional wanita : 3 Cara Memutihkan Kulit Tangan dan Kaki Secara Alami

1. Campuran Wortel dan Bodylotion Siapa sih yang gak tahu wortel, jenis sayuran yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Ternyata selain baik untuk mata, wortel juga baik untuk menjaga kesehatan kulit. ini dia caranya : a. Alat-alat : 1. Parutan 2. Piring / wadah b. Bahan-bahan : 1.Beberapa batang Wortel / secukupnya 2.Body lotion c. Cara Penggunaan : 1. Silahan parut wortel 2. Kemudian campurkan dengan body lotion 3. Lalu, aduk hingga merata 4. Selanjutnya anda balurkan ke kulit tangan dan kaki dan tunggu sekitar 15-20 menit 5. Setelah itu barulah bisa dibersihkan 2. Madu, Gula dan Pisang Selain enak untuk dimakan ketiga bahan ini juga bisa digunakan untuk merawat dan memutihkan kulit juga lhoo!. Berikut caranya : a. Bahan-bahan : 1. 4 Sendok makan madu asli 2. 4 Sendok makan gula pasir 3. Pisang secukupnya b. Cara Penggunaan : 1. Silahkan sediakan wadah, (piring, mangkuk dsb) 2. Buka kulit pisangnya kemudian simpan didalam wadah tadi 3. Kemudian campurkan dengan madu dan ...

Rahasia Bunda Untuk Menyapih Asi Buat Sikecil

Jika buah hati telah menginjak usia 2 tahun, siap-siap waktunya untuk menyapih. Banyak ibu merasa khawatir menghadapi momen menyapih, terutama untuk anak pertama. Yang perlu diperhatikan dalam menyapih ASI adalah lakukan secara bertahap, alihkan perhatian si anak dengan aktivitas lain, dan jangan ragu meminta bantuan suami. Periode menyusui memang momen yang tak terlupakan. Saat bonding, ikatan batin antara ibu dan anak pun semakin kuat. Namun ada saatnya bayi tumbuh menjadi balita dan ibu harus menyapih ASI. Berikut ini tip untuk menyapih ASI, seperti dilansir laman Boldsky. 1. Lakukan bertahap Menyapih ASI harus dilakukan secara bertahap, mulai dengan mengurangi frekuensi menyusui hingga menghentikan proses menyusui secara perlahan. Kurangi proses menyusui pada siang hari. Biasanya, cara ini mampu mengurangi produksi ASI. Secara bertahap, anak akan dapat mengikuti proses penyapihan dengan baik. 2. Menyiapkan pengganti Coba gunakan botol susu berisi ASI perah atau jus untuk mengganti ...