Skip to main content

TELITI BUNDA...!!! Waspadai Pria yang Mengidap Penyakit HPV Sebagai Virus Kanker Serviks, Begini Tanda-tandanya!



Artis Julia Perez meninggal dunia karena kanker serviks (10/6).

Kanker ganas yang biasa menyerang kaum hawa.

Pria memang tidak bisa terkena kanker serviks karena tidak mempunyai rahim.

Namun, HPV sebagai virus kanker serviks bisa menempel di alat kelamin pria.


Akibat yang ditimbulkannya adalah genital warts (semacam kutil) yang tumbuh pada daerah kelamin.

Meski demikian, para ahli medis meyakini, HPV tidak menimbulkan masalah kesehatan serius bagi kaum adam.

Hanya, harus diwaspadai, pria yang terinfeksi HPV berpotensi besar menularkan virus tersebut ke pasangannya.

Misal, seorang pria yang suka jajan atau berhubungan seks dengan PSK kemudian tertular HPV, dia berpotensi akan menularkan virus itu ke istrinya.

Salah satu contohnya ada di kasus Jupe.

Pada sidang perceraiannya dengan pemain sepak bola Gaston Castanho di Pengadilan Jakarta Selatan, Jupe menyebut dirinya tertular virus HPV gara-gara Gaston.


"Kanker serviks yang dialami penggugat (Jupe) diakibatkan karena gaya hidup tergugat (Gaston) yang suka bergonta-ganti pasangan," ujar Ketua Majelis Hakim, Pudji Tri Rahadi di sela pembacaan gugatan cerai Jupe, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (12/5/2016) seperti dilansir dari Tribunnews.com.

Bagi pria, dampak HPV akan mengerikan kalau dia suka berhubungan seks sesama jenis, sebab dia akan rentan terkena kanker dubur.

Berdasarkan penelitian Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pria gay dan biseksual berisiko 17 kali lebih berpeluang mengembangkan HPV. (Intisari.grid.id/Yoyok Prima Maulana)

Berita ini sudah tayang di Intisari.grid.id pada Sabtu, 10 Juni 2017 pukul 14:45 WIB dengan judul Jupe Meninggal Dunia: Ini Ciri Ciri Pria Penyebar Virus HPV, Penyebab Kanker Serviks

Ayo Lawan Mulai Sekarang, Pencegahan Dini Kanker Serviks Dengan Menyantap Makanan Sehat Ini!

Kanker serviks adalah salah satu penyakit yang seakan-akan terus menghantui para wanita.

Bayangkan saja, menurut survei di Indonesia, hampir setiap 1 jam terdapat 1 wanita yang meninggal karena kanker serviks.

Penyakit yang lebih dikenal dengan kanker leher rahim ini disebabkan virus HPV, terutama HPV tipe 16 dan 18 yang biasanya ditularkan melalui hubungan seksual.

Kanker serviks juga terjadi disebabkan adanya perubahan struktur sel di mulut rahim sehingga menjadi ganas.

Oleh sebab itu, perhatikan dan jagalah kesehatan organ reproduksi Anda dengan baik. Namun, Anda jugabbisa melakukan beberapa pencegahan dengan mengonsumsi makanan seperti berikut ini:

Jeruk Bali

Jeruk Bali kaya akan kandungan vitamin C tinggi yang dapat membantu dalam mencegah terjadinya pembentukan senyawa nitrogen.

Senyawa ini adalah penyebab kanker.

Vitamin C juga dapat menurunkan risiko penyakit lain seperti usus besar, esophagus, kanker perut, kandung kemih, kanker payudara.

Sayuran selada

Sayuran selada memiliki kandungan flavonoid yang merupakan sumber nutrisi utama untuk mencegah kanker serviks dan beberapa jenis kanker lainnya.

Wortel

Wortel yang mengandung vitamin A tak hanya baik untuk mata.

Kandungan lain pada wortel seperti beta-karoten dan karotenoid juga dapat membantu mencegah kanker serviks.

Kacang-kacangan

Beberapa penelitian membuktikan bahwa makanan yang kaya akan vitamin E ini dapat membantu dalam mengurangi risiko terjadinya beberapa jenis kanker.

Anda dapat menambahkan beberapa jenis makanan yang mengandung vitamin E, seperti kacang tanah, selai kacang, kacang almond, dan juga biji bunga matahari ke dalam menu makanan Anda.

Teh hijau

Teh hijau atau green tea selain memiliki rasa yang nikmat juga mengandung polifenol yang dapat mencegah perkembangan sel-sel kanker
Semoga membantu!

Ditinjau oleh dr. Joel Juanda T., Sp.OG

Berita ini sudah tayang di Intisari.grid.id pada Sabtu, 10 Juni 2017 pukul 12:31 WIB dengan judul Jupe Meninggal Dunia: Cegah Kanker Serviks dengan Makanan-makanan Ini

(Intisari.grid.id/MeetDoctor )


Popular posts from this blog

Cara Mengetahui Kesehatan Mental Anak ketika Banyak Berada Dirumah

Tanpa terasa pandemi sudah berjalan lebih dari dua tahun. Selama itu pula anak harus menjalani School From Home (SFH) atau pembelajaran jarak jauh demi menekan angka penularan. Penyesuaian kebiasaan baru ini tentunya memiliki tantangan tersendiri bagi anak-anak. Mereka yang terbiasa selalu berinteraksi dengan teman dan pergi ke sekolah mendadak harus diam di rumah seharian. Banyak keluhan yang diungkapkan oleh orang tua karena merasa anaknya tidak bisa berkonsentrasi dengan baik selama SFH. Selain itu, tanda-tanda kebosanan juga mulai ditunjukkan oleh anak sehingga berdampak pada tingkat konsentrasi mereka. Moms, jangan anggap remeh kondisi ini karena bisa jadi anak sedang mengalami depresi. Gangguan kesehatan mental anak yang berkepanjangan dapat berakibat buruk pada masa depan mereka. Supaya tidak salah langkah, yuk simak berbagai informasi terkait kesehatan jiwa atau mental anak selama school from home di bawah ini. Apa Itu Kesehatan Mental?        ...

Perawatan Tradisional wanita : 3 Cara Memutihkan Kulit Tangan dan Kaki Secara Alami

1. Campuran Wortel dan Bodylotion Siapa sih yang gak tahu wortel, jenis sayuran yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Ternyata selain baik untuk mata, wortel juga baik untuk menjaga kesehatan kulit. ini dia caranya : a. Alat-alat : 1. Parutan 2. Piring / wadah b. Bahan-bahan : 1.Beberapa batang Wortel / secukupnya 2.Body lotion c. Cara Penggunaan : 1. Silahan parut wortel 2. Kemudian campurkan dengan body lotion 3. Lalu, aduk hingga merata 4. Selanjutnya anda balurkan ke kulit tangan dan kaki dan tunggu sekitar 15-20 menit 5. Setelah itu barulah bisa dibersihkan 2. Madu, Gula dan Pisang Selain enak untuk dimakan ketiga bahan ini juga bisa digunakan untuk merawat dan memutihkan kulit juga lhoo!. Berikut caranya : a. Bahan-bahan : 1. 4 Sendok makan madu asli 2. 4 Sendok makan gula pasir 3. Pisang secukupnya b. Cara Penggunaan : 1. Silahkan sediakan wadah, (piring, mangkuk dsb) 2. Buka kulit pisangnya kemudian simpan didalam wadah tadi 3. Kemudian campurkan dengan madu dan ...

Rahasia Bunda Untuk Menyapih Asi Buat Sikecil

Jika buah hati telah menginjak usia 2 tahun, siap-siap waktunya untuk menyapih. Banyak ibu merasa khawatir menghadapi momen menyapih, terutama untuk anak pertama. Yang perlu diperhatikan dalam menyapih ASI adalah lakukan secara bertahap, alihkan perhatian si anak dengan aktivitas lain, dan jangan ragu meminta bantuan suami. Periode menyusui memang momen yang tak terlupakan. Saat bonding, ikatan batin antara ibu dan anak pun semakin kuat. Namun ada saatnya bayi tumbuh menjadi balita dan ibu harus menyapih ASI. Berikut ini tip untuk menyapih ASI, seperti dilansir laman Boldsky. 1. Lakukan bertahap Menyapih ASI harus dilakukan secara bertahap, mulai dengan mengurangi frekuensi menyusui hingga menghentikan proses menyusui secara perlahan. Kurangi proses menyusui pada siang hari. Biasanya, cara ini mampu mengurangi produksi ASI. Secara bertahap, anak akan dapat mengikuti proses penyapihan dengan baik. 2. Menyiapkan pengganti Coba gunakan botol susu berisi ASI perah atau jus untuk mengganti ...