Skip to main content

TIPS DAPUR : Memilih Cumi yang masih segar dan aman untuk dikonsumsi



Seafood merupakan makanan yang digemari banyak orang dan terbilang istimewa karena semua jenis bahan makanan yang berasal dari laut dkenal memiliki rasa yang spesial.


Nah, ketika memasak seafood anda jangan hanya fokus pada masakan yang akan dihasilkan. Anda juga harus memperhatikan ketika memilih atau membeli seafod di pasar, karena saat ini banyak sekali bahan makanan dari laut tidak dalam keadaan segar, salah satunya yaitu cumi.

Cumi merupakan salah satu seafood yang bisa diolah dan menghasilkan menu makanan yang lezat dan spesial. Cumi bisa diolah menjadi menu apapun dengan bumbu yang beragam. Namun, di sisi lain memilih cumi tidaklah mudah. Karena membedakan cumi yang masih segar dan sudah lama membutuhkan ketelatenan.

Ketika memilih cumi ada hal yang harus benar-benar diperhatikan agar tidak salah pilih ketika membelinya. Anda harus mengetahui tips memilih cumi yang segar agar menghasilkan makanan yang sehat dan bergizi. Di bawah ini tips penting membeli atau memilih cumi segar.


  • Ketika memilih cumi, pastikan anda memilih cumi yang masih segar. Yang mana cumi segar bisa anda lihat dari penampilannya. Disarankan anda memilih cumi dengan warna kulit yang masih putih, serta terdapat bercak cokelat kemerahan. Pastikan juga anda memilih cumi yag tidak ada robekan. Perlu anda ketahui, cumi yang sudah lama memiliki kulit berwarna merah muda, serta dagingnya berwarna kuning.
  • Selain melihat dari kulitnya, cumi yang masih dalam keadaan segar juga bisa anda lihat dari matanya. Yang mana mata cumi yang berwarna bening tandanya cumi tersebut masih segar. Selain itu, kepalanya masih melekat dan kulit arinya memiliki warna putih bening. Apabila anda melihat cumi yang kulit arinya sudah berubah warna menjadi keunguan, maka anda jangan memilih cumi tersebut. Karena cumi seperti itu sudah tidak segar dan kualitasnya sudah berkurang.
  • Cumi segar tidak mengeluarkan aroma amis. Ketika memilih cumi maka disarankan anda mencium baunya terlebih dahulu. Cumi yang masih segar memiliki aroma yang khas seperti air laut, serta tidak menyengat.
  • Apabila anda ingin memasaknya dalam waktu yang cepat dan tidak terlalu lama, maka anda bisa memilih cumi berukuran kecil. Karena cumi besar memerlukan waktu lama agar cepat matang.
  • Setelah mendapatkan cumi yang akan anda olah, maka segeralah untuk membersihkan cumi tersebut. Namun, jika anda tidak akan langsung mengolahnya, anda bisa menyimpannya terlebih dahulu di dalam kulkas. Batas waktu maksimal penyimpanan cumi di dalam kulkas yaitu sekitar 2 hari. Anda juga bisa menyimpan cumi di dalam freezer dengan suhu di bawah 18 derajat Celcius, yang mana penyimpanan dengan cara ini akan membuat cumi tahan sampai 2 bulan.
  • Jika anda menyimpan cumi tersebut di dalam plastik, maka sebaiknya anda menyimpannya di dalam plastik tebal. Pastikan jika plastik yang digunakan untuk memilih cumi tersebut tidak ada jalan masuknya udara. Agar cumi tidak busuk, maka anda bisa menutup rapat cumi tersebut.
  • Apabila di pasar terdekat tidak menyediakan cumi segar, maka anda bisa memlih cumi dalam keadaan beku.
  • Cumi yang sudah anda beli tersebut bisa langsung diolah menjadi menu yang nikmat. Jika tidak, pastikan anda menyimpannya dengan benar. Demikian tips memilih cumi segar. Semoga bermanfaat.


Popular posts from this blog

Cara Mengetahui Kesehatan Mental Anak ketika Banyak Berada Dirumah

Tanpa terasa pandemi sudah berjalan lebih dari dua tahun. Selama itu pula anak harus menjalani School From Home (SFH) atau pembelajaran jarak jauh demi menekan angka penularan. Penyesuaian kebiasaan baru ini tentunya memiliki tantangan tersendiri bagi anak-anak. Mereka yang terbiasa selalu berinteraksi dengan teman dan pergi ke sekolah mendadak harus diam di rumah seharian. Banyak keluhan yang diungkapkan oleh orang tua karena merasa anaknya tidak bisa berkonsentrasi dengan baik selama SFH. Selain itu, tanda-tanda kebosanan juga mulai ditunjukkan oleh anak sehingga berdampak pada tingkat konsentrasi mereka. Moms, jangan anggap remeh kondisi ini karena bisa jadi anak sedang mengalami depresi. Gangguan kesehatan mental anak yang berkepanjangan dapat berakibat buruk pada masa depan mereka. Supaya tidak salah langkah, yuk simak berbagai informasi terkait kesehatan jiwa atau mental anak selama school from home di bawah ini. Apa Itu Kesehatan Mental?        ...

Perawatan Tradisional wanita : 3 Cara Memutihkan Kulit Tangan dan Kaki Secara Alami

1. Campuran Wortel dan Bodylotion Siapa sih yang gak tahu wortel, jenis sayuran yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Ternyata selain baik untuk mata, wortel juga baik untuk menjaga kesehatan kulit. ini dia caranya : a. Alat-alat : 1. Parutan 2. Piring / wadah b. Bahan-bahan : 1.Beberapa batang Wortel / secukupnya 2.Body lotion c. Cara Penggunaan : 1. Silahan parut wortel 2. Kemudian campurkan dengan body lotion 3. Lalu, aduk hingga merata 4. Selanjutnya anda balurkan ke kulit tangan dan kaki dan tunggu sekitar 15-20 menit 5. Setelah itu barulah bisa dibersihkan 2. Madu, Gula dan Pisang Selain enak untuk dimakan ketiga bahan ini juga bisa digunakan untuk merawat dan memutihkan kulit juga lhoo!. Berikut caranya : a. Bahan-bahan : 1. 4 Sendok makan madu asli 2. 4 Sendok makan gula pasir 3. Pisang secukupnya b. Cara Penggunaan : 1. Silahkan sediakan wadah, (piring, mangkuk dsb) 2. Buka kulit pisangnya kemudian simpan didalam wadah tadi 3. Kemudian campurkan dengan madu dan ...

Rahasia Bunda Untuk Menyapih Asi Buat Sikecil

Jika buah hati telah menginjak usia 2 tahun, siap-siap waktunya untuk menyapih. Banyak ibu merasa khawatir menghadapi momen menyapih, terutama untuk anak pertama. Yang perlu diperhatikan dalam menyapih ASI adalah lakukan secara bertahap, alihkan perhatian si anak dengan aktivitas lain, dan jangan ragu meminta bantuan suami. Periode menyusui memang momen yang tak terlupakan. Saat bonding, ikatan batin antara ibu dan anak pun semakin kuat. Namun ada saatnya bayi tumbuh menjadi balita dan ibu harus menyapih ASI. Berikut ini tip untuk menyapih ASI, seperti dilansir laman Boldsky. 1. Lakukan bertahap Menyapih ASI harus dilakukan secara bertahap, mulai dengan mengurangi frekuensi menyusui hingga menghentikan proses menyusui secara perlahan. Kurangi proses menyusui pada siang hari. Biasanya, cara ini mampu mengurangi produksi ASI. Secara bertahap, anak akan dapat mengikuti proses penyapihan dengan baik. 2. Menyiapkan pengganti Coba gunakan botol susu berisi ASI perah atau jus untuk mengganti ...