Skip to main content

Cara Mencuci Sayur Dan Buah Yang Benar Agar Terhindar Dari Keracunan Makanan

Buah dan sayuran yang bisa memicu Anda mengalami keracunan makanan biasanya telah terkontaminasi oleh bakteri E. coli, Salmonella, dan Shigella. Kalangan yang lebih berisiko adalah ibu hamil, orang tua, atau orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.


Biasanya tanda-tanda Anda mengalami keracunan makanan akan terlihat selang beberapa jam setelah mengonsumsi buah atau sayur yang telah terkontaminasi. Gejala yang akan Anda rasakan bisa berupa mual, diare, muntah, kram perut, dan demam.

Cara Hinggapnya Kuman pada Buah dan Sayuran
Ada banyak cara yang bisa membuat buah dan sayuran terkontaminasi oleh kuman, misalnya melalui air yang digunakan untuk irigasi atau pupuk organik di kebun. Kotoran hewan yang mengenai buah dan sayuran juga bisa menjadi penyebabnya.

Buah dan sayuran juga bisa terkena kuman dari peralatan dapur Anda, seperti pisau, talenan, panci dan perangkat lain yang Anda gunakan pula untuk memproses daging mentah atau makanan laut. Daging mentah dikenal menyimpan banyak kuman yang bisa menyebar ke peralatan dapur yang bersentuhan dengannya.

Tangan merupakan tempat penyebaran kuman yang paling nyata tapi sering kali tidak disadari saat Anda sedang mengelola makanan.

Ingat 4P Sebelum Konsumsi Buah dan Sayuran
Sebelum mengonsumsi buah dan sayuran, lakukanlah 4P di bawah ini agar terhindar dari keracunan makanan.

Pemilihan buah dan sayuran

Cermatlah saat memilih buah dan sayuran di pasar atau supermarket. Jangan memilih produk yang kelihatan sudah  mulai rusak atau busuk. Beberapa supermarket kerap menjual buah dan sayuran yang telah dipotong setengah bagian, lalu dibungkus dengan plastik kedap udara seperti semangka, melon, atau kol. Ketika membeli buah dan sayuran tersebut, pastikan Anda memilih produk yang ditempatkan di alat pendingin. Cek pula tanggal kedaluarsanya.

Taruh buah dan sayuran pada plastik belanja atau area kulkas Anda yang berbeda dari area daging mentah atau makanan laut.

Pencucian dilakukan di rendaman air

Sesampainya di rumah, cucilah buah dan sayuran guna menghilangkan kuman pada buah dan sayuran. Kebanyakan kuman bersembunyi di tanah yang menempel pada kulit buah dan sayuran. Jadi, membersihkan tanah dari permukaan buah dan sayuran sangatlah penting.

Mencuci sayur dan buah dianjurkan dilakukan dengan cara merendamnya di wadah berisi air. Usap seluruh permukaan buah dan sayuran. Ingat, jangan mencuci sayur dan buah menggunakan sabun atau deterjen. Dahulukan mencuci sayur dan buah yang paling kotor lalu langsung bilas di bawah air bersih yang mengalir.

Mencuci sayur dan buah juga berlaku jika Anda ingin mengupasnya. Kulit buah dan sayuran yang kotor bisa menyebarkan kuman dari permukaan kulit ke buah atau sayur saat pengupasan.

Setelah dicuci, keringkan dengan handuk bersih atau tisu. Buah dan sayuran pun siap untuk dikonsumsi atau diproses.

Penyimpanannya harus di tempat dingin

Jika Anda berniat menyimpan buah dan sayuran setelah dicuci, siapkan wadah yang bersih. Taruh di dalam kulkas. Menyimpan buah dan sayuran di lemari pendingin berguna untuk menjaga kesegaran dan keamanannya untuk dikonsumsi nanti.

Proses dengan benar

Faktor penting ketika ingin memroses buah dan sayuran adalah kebersihan tangan, maka jangan lupa mencuci tangan hingga bersih sebelum dan sesudah memrosesnya.

Jangan gunakan peralatan dapur yang sama ketika Anda memroses daging mentah atau makanan laut untuk menghindari kontaminasi. Atau, untuk menghemat pengeluaran, Anda juga bisa mencuci bersih peralatan tersebut dengan air hangat dan sabun.

Selain melakukan 4P, ada hal penting yang harus Anda perhatikan yaitu selalu jaga kebersihan dapur demi menjaga makanan terbebas dari kuman. Jangan lupa untuk membersihkan kulkas Anda secara teratur. Sebelum mencuci sayur dan buah, pastikan untuk mencuci tangan hingga bersih karena semua yang Anda sajikan berhubungan langsung dengan kedua tangan Anda.

Popular posts from this blog

Cara Mengetahui Kesehatan Mental Anak ketika Banyak Berada Dirumah

Tanpa terasa pandemi sudah berjalan lebih dari dua tahun. Selama itu pula anak harus menjalani School From Home (SFH) atau pembelajaran jarak jauh demi menekan angka penularan. Penyesuaian kebiasaan baru ini tentunya memiliki tantangan tersendiri bagi anak-anak. Mereka yang terbiasa selalu berinteraksi dengan teman dan pergi ke sekolah mendadak harus diam di rumah seharian. Banyak keluhan yang diungkapkan oleh orang tua karena merasa anaknya tidak bisa berkonsentrasi dengan baik selama SFH. Selain itu, tanda-tanda kebosanan juga mulai ditunjukkan oleh anak sehingga berdampak pada tingkat konsentrasi mereka. Moms, jangan anggap remeh kondisi ini karena bisa jadi anak sedang mengalami depresi. Gangguan kesehatan mental anak yang berkepanjangan dapat berakibat buruk pada masa depan mereka. Supaya tidak salah langkah, yuk simak berbagai informasi terkait kesehatan jiwa atau mental anak selama school from home di bawah ini. Apa Itu Kesehatan Mental?        ...

Perawatan Tradisional wanita : 3 Cara Memutihkan Kulit Tangan dan Kaki Secara Alami

1. Campuran Wortel dan Bodylotion Siapa sih yang gak tahu wortel, jenis sayuran yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Ternyata selain baik untuk mata, wortel juga baik untuk menjaga kesehatan kulit. ini dia caranya : a. Alat-alat : 1. Parutan 2. Piring / wadah b. Bahan-bahan : 1.Beberapa batang Wortel / secukupnya 2.Body lotion c. Cara Penggunaan : 1. Silahan parut wortel 2. Kemudian campurkan dengan body lotion 3. Lalu, aduk hingga merata 4. Selanjutnya anda balurkan ke kulit tangan dan kaki dan tunggu sekitar 15-20 menit 5. Setelah itu barulah bisa dibersihkan 2. Madu, Gula dan Pisang Selain enak untuk dimakan ketiga bahan ini juga bisa digunakan untuk merawat dan memutihkan kulit juga lhoo!. Berikut caranya : a. Bahan-bahan : 1. 4 Sendok makan madu asli 2. 4 Sendok makan gula pasir 3. Pisang secukupnya b. Cara Penggunaan : 1. Silahkan sediakan wadah, (piring, mangkuk dsb) 2. Buka kulit pisangnya kemudian simpan didalam wadah tadi 3. Kemudian campurkan dengan madu dan ...

Rahasia Bunda Untuk Menyapih Asi Buat Sikecil

Jika buah hati telah menginjak usia 2 tahun, siap-siap waktunya untuk menyapih. Banyak ibu merasa khawatir menghadapi momen menyapih, terutama untuk anak pertama. Yang perlu diperhatikan dalam menyapih ASI adalah lakukan secara bertahap, alihkan perhatian si anak dengan aktivitas lain, dan jangan ragu meminta bantuan suami. Periode menyusui memang momen yang tak terlupakan. Saat bonding, ikatan batin antara ibu dan anak pun semakin kuat. Namun ada saatnya bayi tumbuh menjadi balita dan ibu harus menyapih ASI. Berikut ini tip untuk menyapih ASI, seperti dilansir laman Boldsky. 1. Lakukan bertahap Menyapih ASI harus dilakukan secara bertahap, mulai dengan mengurangi frekuensi menyusui hingga menghentikan proses menyusui secara perlahan. Kurangi proses menyusui pada siang hari. Biasanya, cara ini mampu mengurangi produksi ASI. Secara bertahap, anak akan dapat mengikuti proses penyapihan dengan baik. 2. Menyiapkan pengganti Coba gunakan botol susu berisi ASI perah atau jus untuk mengganti ...