Skip to main content

MENGEJUTKAN....! 7 Penyebab Insomnia yang Jarang Disadari



Mungkin Geng Sehat pernah sulit untuk memejamkan mata di malam hari, walaupun badan sudah terasa lelah bekerja seharian. Atau tiba-tiba terbangun di malam hari dan tetap terjaga memandang langit-langit kamar menunggu kantuk datang.



Yep! Insomnia merupakan masalah umum yang akan menguras energi, mood, serta kebugaran tubuh untuk menjalani aktivitas di pagi hari. Untuk insomnia yang sudah pada tahap kronis, ini akan menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

 Baca juga: Cara Mengatasi Insomnia dengan Bercinta



Seperti yang kita ketahui, seseorang yang mengalami insomnia akan merasa kesulitan untuk bisa memejamkan mata di malam hari. Insomnia merupakan ketidakmampuan mendapatkan jumlah atau kualitas tidur yang dibutuhkan, untuk bisa terbangun segar dan berenergi di pagi hari.



Tidur dinilai dari kualitas tidur serta bagaimana perasaan Kamu setelah bangun di pagi hari, bukan hanya jumlah jam tidur atau seberapa cepat Kamu tidur di malam hari. Mungkin saja Kamu sudah memiliki tidur yang cukup selama 8 jam, namun terbangun dengan rasa kantuk, lelah, dan lesu di siang hari. Jika begitu, kemungkinan Kamu mengalami insomnia.



Gangguan insomnia ini bisa datang dan pergi, bahkan ketika kamu tidak memiliki masalah tidur. Untuk insomnia akut, biasanya akan bertahan dari 1 malam hingga beberapa minggu. Sementara untuk insomnia kronis, akan bertahan setidaknya 3 malam dalam kurun waktu 1 minggu, dan akan berjalan terus selama 1 bulan, bahkan lebih.

Baca juga: Ingin Tidur Lebih Berkualitas? Cari Tahu di Sini!



Tapi ada juga beberapa hal yang mungkin Kamu lakukan tanpa disadari, yang justru akan menyebabkan insomnia ke depannya. Check this out!



1. Jadwal Tidur yang Berbeda

Pada dasarnya, tubuh membutuhkan konsistensi. Jadi apabila Kamu menjaga jadwal tidur yang sama selama hari kerja namun di akhir pekan tidur lebih larut malam, maka Kamu tidak bisa mengharapkan kualitas tidur yang nyenyak sesuai dengan jadwal tidur di hari biasa.



Kebiasaan ini disebut dengan social jet lag oleh para ahli, karena secara efektif Kamu memaksa tubuh untuk beralih antara dua zona waktu yang berbeda di setiap minggunya.



2. Tidak Ada Rutinitas Sebelum Tidur

Ketika merasa lelah karena beraktivitas seharian, Kamu kerap langsung tertidur tanpa adanya persiapan. Tanpa disadari, aktivitas kecil untuk mempersiapkan waktu tidur ternyata memiliki manfaat agar tubuh lebih siap beristirahat.



Luangkan waktu satu jam sebelum tidur dengan menghabiskan 20 menit pertama untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda, lalu 20 menit setelahnya menyiapkan diri untuk tidur, misalnya sikat gigi, cuci muka, serta berganti pakaian tidur.



Setelah itu, pada 20 menit terakhir lakukan aktivitas ringan untuk menenangkan tubuh dan pikiran, misalnya yoga ringan, meditasi, atau membaca buku. Setelah itu, matikan lampu dan dapatkan tidur yang berkualitas.



3. Banyak Minum Kopi

Kafein akan membuat Kamu terjaga benar adanya. Ini karena kafein memiliki efek pada tubuh sekitar 8-10 jam. Sehingga apabila Kamu minum kopi di penghujung hari, maka Kamu akan sulit tidur.



Metabolisme tubuh terhadap kafein akan semakin lambat seiring bertambahnya usia. Jadi jika Kamu berusia di atas 20 tahun, tubuh tidak dapat memproses kafein seefisien ketika Kamu berusia 20 tahun.



4. Beranjak dari Tempat Tidur di Tengah Malam

Jika Kamu terbagun di malam hari, usahakan untuk tetap berada di tempat tidur agar bisa sejenak menunggu kembali tertidur. Atau Kamu bisa mencoba menghitung mundur dari 100 untuk memicu rasa kantuk dibandingkan harus bangkit dari tempat tidur dan melakukan kegiatan lain.



5. Bermain Gadget Sebelum Tidur

Jangan masukkan kegiatan bermain gadget atau laptop ke dalam rutinitas sebelum tidur. Pasalnya, menggunakan gadget sebelum tidur akan mencegah otak Kamu beristirahat dan memicu gejala insomnia.

Baca juga: Dampak Main Smartphone Sebelum Tidur Picu Risiko Kebutaan Sementara



6. Pengaruh Obat-obatan

Berbagai obat yang dikonsumsi untuk mengatasi kondisi tekanan darah tinggi, pilek, hingga asma akan berefek samping menyebabkan insomnia, walaupun sudah membatasi konsumsi kopi di siang hari. Sebab, memang ada beberapa obat yang mengandung kafein serta zat stimulan lain. Namun, sekarang ini banyak alternaif obat yang hanya sedikit menimbulkan gangguan tidur. Jadi, konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu.



7. Cacingan

Cacing kremi dapat menyerang usus dan berkembang biak. Pada kasus yang langka, cacing akan menyebabkan infeksi saluran kandung kemih pada wanita serta dapat berjalan dari anus ke vagina, yang dapat  memengaruhi rahim dan organ pinggul lainnya. Selain itu, cacing dalam usus juga dapat menyebabkan sakit perut yang menyebabkan ketidaknyamanan, sehingga menggangu kualitas tidur di malam hari.



Nah, itulah 7 hal yang tanpa disadari dapat menyebabkan Kamu mengalami insomnia. Karena itu, ada baiknya Kamu mempersiapkan diri secara baik serta menghindari kegiatan-kegiatan yang tidak perlu sebelum tidur, guna menghindari insomnia. Sebab insomnia tidak hanya sekadar gangguan tidur semata, namun bisa berdampak buruk bagi kesehatan Kamu dan hari-hari Kamu. Selamat tidur!

Popular posts from this blog

Cara Mengetahui Kesehatan Mental Anak ketika Banyak Berada Dirumah

Tanpa terasa pandemi sudah berjalan lebih dari dua tahun. Selama itu pula anak harus menjalani School From Home (SFH) atau pembelajaran jarak jauh demi menekan angka penularan. Penyesuaian kebiasaan baru ini tentunya memiliki tantangan tersendiri bagi anak-anak. Mereka yang terbiasa selalu berinteraksi dengan teman dan pergi ke sekolah mendadak harus diam di rumah seharian. Banyak keluhan yang diungkapkan oleh orang tua karena merasa anaknya tidak bisa berkonsentrasi dengan baik selama SFH. Selain itu, tanda-tanda kebosanan juga mulai ditunjukkan oleh anak sehingga berdampak pada tingkat konsentrasi mereka. Moms, jangan anggap remeh kondisi ini karena bisa jadi anak sedang mengalami depresi. Gangguan kesehatan mental anak yang berkepanjangan dapat berakibat buruk pada masa depan mereka. Supaya tidak salah langkah, yuk simak berbagai informasi terkait kesehatan jiwa atau mental anak selama school from home di bawah ini. Apa Itu Kesehatan Mental?        ...

Perawatan Tradisional wanita : 3 Cara Memutihkan Kulit Tangan dan Kaki Secara Alami

1. Campuran Wortel dan Bodylotion Siapa sih yang gak tahu wortel, jenis sayuran yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Ternyata selain baik untuk mata, wortel juga baik untuk menjaga kesehatan kulit. ini dia caranya : a. Alat-alat : 1. Parutan 2. Piring / wadah b. Bahan-bahan : 1.Beberapa batang Wortel / secukupnya 2.Body lotion c. Cara Penggunaan : 1. Silahan parut wortel 2. Kemudian campurkan dengan body lotion 3. Lalu, aduk hingga merata 4. Selanjutnya anda balurkan ke kulit tangan dan kaki dan tunggu sekitar 15-20 menit 5. Setelah itu barulah bisa dibersihkan 2. Madu, Gula dan Pisang Selain enak untuk dimakan ketiga bahan ini juga bisa digunakan untuk merawat dan memutihkan kulit juga lhoo!. Berikut caranya : a. Bahan-bahan : 1. 4 Sendok makan madu asli 2. 4 Sendok makan gula pasir 3. Pisang secukupnya b. Cara Penggunaan : 1. Silahkan sediakan wadah, (piring, mangkuk dsb) 2. Buka kulit pisangnya kemudian simpan didalam wadah tadi 3. Kemudian campurkan dengan madu dan ...

Rahasia Bunda Untuk Menyapih Asi Buat Sikecil

Jika buah hati telah menginjak usia 2 tahun, siap-siap waktunya untuk menyapih. Banyak ibu merasa khawatir menghadapi momen menyapih, terutama untuk anak pertama. Yang perlu diperhatikan dalam menyapih ASI adalah lakukan secara bertahap, alihkan perhatian si anak dengan aktivitas lain, dan jangan ragu meminta bantuan suami. Periode menyusui memang momen yang tak terlupakan. Saat bonding, ikatan batin antara ibu dan anak pun semakin kuat. Namun ada saatnya bayi tumbuh menjadi balita dan ibu harus menyapih ASI. Berikut ini tip untuk menyapih ASI, seperti dilansir laman Boldsky. 1. Lakukan bertahap Menyapih ASI harus dilakukan secara bertahap, mulai dengan mengurangi frekuensi menyusui hingga menghentikan proses menyusui secara perlahan. Kurangi proses menyusui pada siang hari. Biasanya, cara ini mampu mengurangi produksi ASI. Secara bertahap, anak akan dapat mengikuti proses penyapihan dengan baik. 2. Menyiapkan pengganti Coba gunakan botol susu berisi ASI perah atau jus untuk mengganti ...