Skip to main content

Mengenal lebih dekat Tentang Apa dan Bagaimana Sariawan itu terjadi


Saat sedang sariawan bener-bener siksaan buat saya. Mau senyum susah banget, bisanya cuma meringis. Belum lagi harus bisa menahan diri untuk tidak makan yang pedas-pedas termasuk sambel. Makanan seperti ayam goreng lalapan, bakso..coto...terpaksa ditahan dulu. Mau dipaksain makan bukan kenyang yang didapat tapi periihhnya minta ampun gara-gara kena sariawan. Belum lagi kalau sariawan yang di bibir atau di lidah tanpa sengaja tergigit...serasa pengen nangis hiks..hiks.

Menurut informasi yang saya baca, sariawan ini seringkali  muncul akibat kurangnya asupan vitamin C. Tapi...masa iya hanya itu penyebabnya? Meskipun sariawan sering dianggap biasa, namun sariawan juga bisa jadi masalah kesehatan yang sangat serius. Ternyata ada beberapa hal tak terduga yang juga bisa menyebabkan munculnya sariawan. Berikut silahkan Anda simak beberapa penyebab munculnya sariawan :


1. Tergigit

Sariawan karena tidak sengaja tergigit merupakan yang paling sering terjadi. Biasanya hal ini terjadi ketika Anda makan terburu-buru. Jadi, cobalah untuk makan perlahan.

2. Merokok

Tahukah Anda, merokok juga merupakan salah satu aktivitas yang bisa menyebabkan peradangan di dalam mulut. Jika Anda seorang perokok dan sering sariawan, sebaiknya konsultasi ke dokter karena bisa jadi itu merupakan gejala kanker mulut.

3. Makanan pedas

Makanan yang sangat pedas juga bisa menyebabkan sariawan. Sebab makan makanan pedas berlebihan dapat meningkatkan panas tubuh Anda. Akumulasi panas tubuh tersebut pada gilirannya nanti dapat menjadi penyebab sariawan.

4. Cedera saat menyikat gigi


Penyebab umum sariawan yang lain adalah menggunakan sikat gigi terlalu keras. Yang menyebabkan Anda bisa mengalami cedera saat sedang menyikat gigi. Hal ini juga dapat menimbulkan sariawan.

5. Genetik

Faktor ini dianggap mempunyai peranan sebagai penyebab sariawan. Apabila kedua orangtua sering menderita sariawan, besar kemungkinan hal yang sama terjadi pada anak-anaknya.

6. Stres

Stres merupakan respon tubuh dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan  yang berpengaruh terhadap fisik dan emosi. Stres dinyatakan merupakan salah satu faktor yang berperan secara tidak langsung dapat menjadi salah satu penyebab sariawan.

7. Herpes

Waspada, herpes merupakan salah satu infeksi virus umum yang bisa juga menyebabkan sariawan atau luka di dalam mulut.

8. Defisiensi nutrisi

Sariawan dapat terjadi karena kekurangan nutrisi, antara lain defisiensi zat besi, defisiensi asam folat, defisiensi vitamin B12, defisiensi Zink. Faktor nutrisi lain yang berpengaruh pada timbulnya sariawan adalah vitamin B1, B2 dan B6.

9. Hormonal

Pada wanita, sering terjadi sariawan di masa pra-menstruasi. Bahkan banyak yang mengalaminya berulang kali, seperti saya, Keadaan ini diduga berhubungan dengan faktor hormonal. Hormon yang dianggap berperan penting adalah estrogen dan progesteron yang mengalami penurunan  secara mendadak sebelum menstruasi.

10. Alergi dan sensitivitas

Sariawan dapat terjadi karena sensitivitas jaringan mulut terhadap beberapa bahan yang ada dalam pasta gigi, obat kumur, lipstik, permen karet, bahan gigi palsu atau bahan tambalan, serta bahan makanan.

Mencegah sariawan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan rongga mulut serta mengonsumsi nutrisi yang cukup. Mengkonsumsi makanan kaya serat seperti sayur dan buah yang mengandung vitamin C, terutama yang mengandung vitamin B12 dan zat besi.

Popular posts from this blog

Cara Mengetahui Kesehatan Mental Anak ketika Banyak Berada Dirumah

Tanpa terasa pandemi sudah berjalan lebih dari dua tahun. Selama itu pula anak harus menjalani School From Home (SFH) atau pembelajaran jarak jauh demi menekan angka penularan. Penyesuaian kebiasaan baru ini tentunya memiliki tantangan tersendiri bagi anak-anak. Mereka yang terbiasa selalu berinteraksi dengan teman dan pergi ke sekolah mendadak harus diam di rumah seharian. Banyak keluhan yang diungkapkan oleh orang tua karena merasa anaknya tidak bisa berkonsentrasi dengan baik selama SFH. Selain itu, tanda-tanda kebosanan juga mulai ditunjukkan oleh anak sehingga berdampak pada tingkat konsentrasi mereka. Moms, jangan anggap remeh kondisi ini karena bisa jadi anak sedang mengalami depresi. Gangguan kesehatan mental anak yang berkepanjangan dapat berakibat buruk pada masa depan mereka. Supaya tidak salah langkah, yuk simak berbagai informasi terkait kesehatan jiwa atau mental anak selama school from home di bawah ini. Apa Itu Kesehatan Mental?        ...

Perawatan Tradisional wanita : 3 Cara Memutihkan Kulit Tangan dan Kaki Secara Alami

1. Campuran Wortel dan Bodylotion Siapa sih yang gak tahu wortel, jenis sayuran yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Ternyata selain baik untuk mata, wortel juga baik untuk menjaga kesehatan kulit. ini dia caranya : a. Alat-alat : 1. Parutan 2. Piring / wadah b. Bahan-bahan : 1.Beberapa batang Wortel / secukupnya 2.Body lotion c. Cara Penggunaan : 1. Silahan parut wortel 2. Kemudian campurkan dengan body lotion 3. Lalu, aduk hingga merata 4. Selanjutnya anda balurkan ke kulit tangan dan kaki dan tunggu sekitar 15-20 menit 5. Setelah itu barulah bisa dibersihkan 2. Madu, Gula dan Pisang Selain enak untuk dimakan ketiga bahan ini juga bisa digunakan untuk merawat dan memutihkan kulit juga lhoo!. Berikut caranya : a. Bahan-bahan : 1. 4 Sendok makan madu asli 2. 4 Sendok makan gula pasir 3. Pisang secukupnya b. Cara Penggunaan : 1. Silahkan sediakan wadah, (piring, mangkuk dsb) 2. Buka kulit pisangnya kemudian simpan didalam wadah tadi 3. Kemudian campurkan dengan madu dan ...

Rahasia Bunda Untuk Menyapih Asi Buat Sikecil

Jika buah hati telah menginjak usia 2 tahun, siap-siap waktunya untuk menyapih. Banyak ibu merasa khawatir menghadapi momen menyapih, terutama untuk anak pertama. Yang perlu diperhatikan dalam menyapih ASI adalah lakukan secara bertahap, alihkan perhatian si anak dengan aktivitas lain, dan jangan ragu meminta bantuan suami. Periode menyusui memang momen yang tak terlupakan. Saat bonding, ikatan batin antara ibu dan anak pun semakin kuat. Namun ada saatnya bayi tumbuh menjadi balita dan ibu harus menyapih ASI. Berikut ini tip untuk menyapih ASI, seperti dilansir laman Boldsky. 1. Lakukan bertahap Menyapih ASI harus dilakukan secara bertahap, mulai dengan mengurangi frekuensi menyusui hingga menghentikan proses menyusui secara perlahan. Kurangi proses menyusui pada siang hari. Biasanya, cara ini mampu mengurangi produksi ASI. Secara bertahap, anak akan dapat mengikuti proses penyapihan dengan baik. 2. Menyiapkan pengganti Coba gunakan botol susu berisi ASI perah atau jus untuk mengganti ...