Skip to main content

ouupss..Mencium Aroma Makanan Ternyata Bisa Bikin Gendut

Friends...siapa yang nggak tahan godaan kala lewat di depan gerai bakery atau di depan restoran? Apalagi yang open kitchen! Wah, aroma nikmat, menguar ke penjuru ruangan, membangkitkan selera makan.

Tapi demi berat badan yang stabil, bakal pikir-pikir dua kali kalau langsung menuruti nafsu. Tahan diri! Cium aromanya aja, cukup. Eh tapi ternyata penelitian terbaru menyebutkan bahwa mencium aroma makanan sebelum memakannya, berhubungan dengan kenaikan berat badan lho.

Penelitian ini diuji kepada sekelompok tikus oleh peneliti dari University of California, Berkeley. Para peneliti menggunakan terapi gen untuk menghilangkan sensor indra penciuman pada sekelompok tikus yang obesitas. Ditemukan bahwa tikus-tikus yang tidak bisa mencium aroma makanan, berat badannya berkurang ketimbang yang indra penciumannya masih berfungsi dengan baik.

"Penelitian ini adalah studi pertama yang benar-benar menunjukkan jika kita bisa memanipulasi indra penciuman kita. Karenanya kita benar-benar bisa mengubah bagaimana otak merasakan keseimbangan rasa dan juga mengatur keseimbangan energi," ujar Celine Riera, dari Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles.

Sistem sensorik memainkan peran penting dalam metabolisme. Kenaikan berat badan bukan hanya karena banyaknya kalori yang kita konsumsi, tetapi juga bagaimana kalori dirasakan. Para peneliti berhasap hal ini dapat membantu menemukan solusi atas orang-orang yang bermasalah dengan berat badan pun dengan mereka yang mengalami masalah makan terkait psikis dan kesehatan, seperti anoreksia dan Parkinson.

Hmm, bagaimana menurutmu friends.. Kalau seandainya ini memang benar, hati-hati kalau lewat di depan tukang sate ya! Hihihi ...tahan napas...Hihihih



Popular posts from this blog

Cara Mengetahui Kesehatan Mental Anak ketika Banyak Berada Dirumah

Tanpa terasa pandemi sudah berjalan lebih dari dua tahun. Selama itu pula anak harus menjalani School From Home (SFH) atau pembelajaran jarak jauh demi menekan angka penularan. Penyesuaian kebiasaan baru ini tentunya memiliki tantangan tersendiri bagi anak-anak. Mereka yang terbiasa selalu berinteraksi dengan teman dan pergi ke sekolah mendadak harus diam di rumah seharian. Banyak keluhan yang diungkapkan oleh orang tua karena merasa anaknya tidak bisa berkonsentrasi dengan baik selama SFH. Selain itu, tanda-tanda kebosanan juga mulai ditunjukkan oleh anak sehingga berdampak pada tingkat konsentrasi mereka. Moms, jangan anggap remeh kondisi ini karena bisa jadi anak sedang mengalami depresi. Gangguan kesehatan mental anak yang berkepanjangan dapat berakibat buruk pada masa depan mereka. Supaya tidak salah langkah, yuk simak berbagai informasi terkait kesehatan jiwa atau mental anak selama school from home di bawah ini. Apa Itu Kesehatan Mental?        ...

Perawatan Tradisional wanita : 3 Cara Memutihkan Kulit Tangan dan Kaki Secara Alami

1. Campuran Wortel dan Bodylotion Siapa sih yang gak tahu wortel, jenis sayuran yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Ternyata selain baik untuk mata, wortel juga baik untuk menjaga kesehatan kulit. ini dia caranya : a. Alat-alat : 1. Parutan 2. Piring / wadah b. Bahan-bahan : 1.Beberapa batang Wortel / secukupnya 2.Body lotion c. Cara Penggunaan : 1. Silahan parut wortel 2. Kemudian campurkan dengan body lotion 3. Lalu, aduk hingga merata 4. Selanjutnya anda balurkan ke kulit tangan dan kaki dan tunggu sekitar 15-20 menit 5. Setelah itu barulah bisa dibersihkan 2. Madu, Gula dan Pisang Selain enak untuk dimakan ketiga bahan ini juga bisa digunakan untuk merawat dan memutihkan kulit juga lhoo!. Berikut caranya : a. Bahan-bahan : 1. 4 Sendok makan madu asli 2. 4 Sendok makan gula pasir 3. Pisang secukupnya b. Cara Penggunaan : 1. Silahkan sediakan wadah, (piring, mangkuk dsb) 2. Buka kulit pisangnya kemudian simpan didalam wadah tadi 3. Kemudian campurkan dengan madu dan ...

Rahasia Bunda Untuk Menyapih Asi Buat Sikecil

Jika buah hati telah menginjak usia 2 tahun, siap-siap waktunya untuk menyapih. Banyak ibu merasa khawatir menghadapi momen menyapih, terutama untuk anak pertama. Yang perlu diperhatikan dalam menyapih ASI adalah lakukan secara bertahap, alihkan perhatian si anak dengan aktivitas lain, dan jangan ragu meminta bantuan suami. Periode menyusui memang momen yang tak terlupakan. Saat bonding, ikatan batin antara ibu dan anak pun semakin kuat. Namun ada saatnya bayi tumbuh menjadi balita dan ibu harus menyapih ASI. Berikut ini tip untuk menyapih ASI, seperti dilansir laman Boldsky. 1. Lakukan bertahap Menyapih ASI harus dilakukan secara bertahap, mulai dengan mengurangi frekuensi menyusui hingga menghentikan proses menyusui secara perlahan. Kurangi proses menyusui pada siang hari. Biasanya, cara ini mampu mengurangi produksi ASI. Secara bertahap, anak akan dapat mengikuti proses penyapihan dengan baik. 2. Menyiapkan pengganti Coba gunakan botol susu berisi ASI perah atau jus untuk mengganti ...