Skip to main content

Sering Mengobati Luka Menggunakan Air Liur? Ketahui Hal Ini Dulu!





Banyak orang kerap menjilat luka kecil di kulit. Entah luka karena tertusuk jarum atau tergores benda tajam. Kebiasaan ini sudah bukan hal yang asing. Bahkan bagi beberapa orang, kebiasaan tersebut sudah menjadi refleks.



Anehnya, banyak orang yang tidak mengerti kenapa mereka melakukannya. Mereka hanya mengikuti kebiasaan orang-orang terdekat yang suka menjilati luka. Lalu apakah kebiasaan menjilat luka itu memang bermanfaat bagi kesehatan? Berikut penjelasannya!



Zat-Zat Penyembuh Luka di Saliva

Dengan menjilat luka, maka otomatis Kamu memberikan paparan saliva kepada luka tersebut. Zat-zat kimia di dalam saliva memang memiliki kemampuan untuk mempercepat penyembuhan.



Berdasarkan penelitian, saliva manusia memiliki zat-zat penyembuh luka yang berasal dari mukosa oral. Mukosa oral adalah membran lendir yang melapisi permukaan dalam mulut. Membran ini bisa menyembuhkan luka lebih cepat daripada kulit.



Saliva juga mengandung faktor jaringan sel yang diturunkan protein, yang berperan penting pada inisiasi trombin. Trombin sendiri memiliki peran penting dalam proses pembekuan darah. Trombin juga mengandung beberapa enzim, seperti lisozim, cystatin, peroksidase, dan defensin. Enzim-enzim tersebut bersifat antibakterial.



Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2008, ilmuwan menemukan bahwa sebuah protein kecil di dalam saliva, yang disebut histatin, membantu penyembuhan luka, maupun luka bakar akibat trauma. Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa mukosa oral dan luka di dalam mulut lebih cepat sembuh ketimbang luka di tulang atau kulit.



Selain itu, menjilat luka atau cedera kecil juga bisa membersihkan jaringan yang rusak, mati, dan terinfeksi di luka tersebut. Oleh sebab itu, area luka yang dijilat juga akan terdekontaminasi secara efektif.



Bahkan dalam sebuah penelitian yang diungkapkan pada Journal of Experimental Medicine, para peneliti mengidentifikasi adanya protein tertentu di saliva manusia yang menghalangi atau menahan perkembangan virus HIV/AIDS. Protein ini biasa disebut trombospondin (TSP).



Menurut para ahli di Laboratory for AIDS Virus Research, di dalam saliva penderita HIV/AIDS terdapat sangat sedikit virus HIV. Namun, di dalam cairan bagian tubuh lainnya ditemukan virus yang sangat banyak. Mereka menyimpulkan bahwa saliva manusia sangat efektif menahan, bahkan menghentikan perkembangan virus HIV/AIDS.



Penelitian juga menunjukkan bahwa saliva mengandung antimikroba dan antijamur yang bisa menyembuhkan jerawat. Tidak hanya antimikroba dan antijamur, kandungan asam pada saliva juga mampu mempercepat proses penyembuhan jerawat.


Potensi Risiko Menjilati Luka

Menjilat luka mungkin memang bisa mempercepat penyembuhan luka, namun kebiasaan tersebut juga memiliki beberapa risiko. Walaupun saliva manusia mengandung beberapa zat dan senyawa yang mempercepat penyembuhan luka, mulut juga merupakan rumah dari sebagian besar bakteri. Bakteri-bakteri ini mungkin aman-aman saja di dalam mulut, namun jika masuk ke dalam luka luar bisa menyebabkan berbagai masalah.  



Risiko utama dari menjilat luka adalah infeksi, terutama pada pasien yang memiliki sistem imun rendah untuk melawan penyakit-penyakit infeksi. Sudah ada beberapa kasus terkait hal ini. Salah satunya adalah seorang pria penderita diabetes yang jari jempolnya harus diamputasi setelah menjilat luka di bagian tubuh tersebut. Pada kasus seperti ini, biasanya kondisi pasien semakin parah setelahnya. Hal ini juga yang membuat dokter biasanya melarang menjilat luka yang masih terbuka, terutama jika lukanya sedikit parah.



Sementara itu, saliva binatang cenderung lebih efektif dalam mengobati luka mereka sendiri. Ahli berpendapat, binatang dikaruniai kemampuan tersebut karena harus bertahan hidup di alam liar. Binatang juga lebih sering terluka ketimbang manusia dan tidak memiliki akses pengobatan tertentu. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak binatang, termasuk kucing, anjing, harimau, dan singa mengandalkan saliva mereka sendiri untuk mengobati luka.



Pada intinya, menjilat luka atau goresan yang sangat kecil di kulit itu aman-aman saja. Namun kalau luka yang Kamu alami parah, lebih baik jangan gunakan mulut atau lidah untuk mengobatinya. Obati menggunakan obat luar atau hubungi dokter. Bagaimanapun juga, kulit juga memiliki kemampuan menyembuhkan luka, meski lebih lambat ketimbang saliva.

Popular posts from this blog

Cara Mengetahui Kesehatan Mental Anak ketika Banyak Berada Dirumah

Tanpa terasa pandemi sudah berjalan lebih dari dua tahun. Selama itu pula anak harus menjalani School From Home (SFH) atau pembelajaran jarak jauh demi menekan angka penularan. Penyesuaian kebiasaan baru ini tentunya memiliki tantangan tersendiri bagi anak-anak. Mereka yang terbiasa selalu berinteraksi dengan teman dan pergi ke sekolah mendadak harus diam di rumah seharian. Banyak keluhan yang diungkapkan oleh orang tua karena merasa anaknya tidak bisa berkonsentrasi dengan baik selama SFH. Selain itu, tanda-tanda kebosanan juga mulai ditunjukkan oleh anak sehingga berdampak pada tingkat konsentrasi mereka. Moms, jangan anggap remeh kondisi ini karena bisa jadi anak sedang mengalami depresi. Gangguan kesehatan mental anak yang berkepanjangan dapat berakibat buruk pada masa depan mereka. Supaya tidak salah langkah, yuk simak berbagai informasi terkait kesehatan jiwa atau mental anak selama school from home di bawah ini. Apa Itu Kesehatan Mental?        ...

Perawatan Tradisional wanita : 3 Cara Memutihkan Kulit Tangan dan Kaki Secara Alami

1. Campuran Wortel dan Bodylotion Siapa sih yang gak tahu wortel, jenis sayuran yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Ternyata selain baik untuk mata, wortel juga baik untuk menjaga kesehatan kulit. ini dia caranya : a. Alat-alat : 1. Parutan 2. Piring / wadah b. Bahan-bahan : 1.Beberapa batang Wortel / secukupnya 2.Body lotion c. Cara Penggunaan : 1. Silahan parut wortel 2. Kemudian campurkan dengan body lotion 3. Lalu, aduk hingga merata 4. Selanjutnya anda balurkan ke kulit tangan dan kaki dan tunggu sekitar 15-20 menit 5. Setelah itu barulah bisa dibersihkan 2. Madu, Gula dan Pisang Selain enak untuk dimakan ketiga bahan ini juga bisa digunakan untuk merawat dan memutihkan kulit juga lhoo!. Berikut caranya : a. Bahan-bahan : 1. 4 Sendok makan madu asli 2. 4 Sendok makan gula pasir 3. Pisang secukupnya b. Cara Penggunaan : 1. Silahkan sediakan wadah, (piring, mangkuk dsb) 2. Buka kulit pisangnya kemudian simpan didalam wadah tadi 3. Kemudian campurkan dengan madu dan ...

Rahasia Bunda Untuk Menyapih Asi Buat Sikecil

Jika buah hati telah menginjak usia 2 tahun, siap-siap waktunya untuk menyapih. Banyak ibu merasa khawatir menghadapi momen menyapih, terutama untuk anak pertama. Yang perlu diperhatikan dalam menyapih ASI adalah lakukan secara bertahap, alihkan perhatian si anak dengan aktivitas lain, dan jangan ragu meminta bantuan suami. Periode menyusui memang momen yang tak terlupakan. Saat bonding, ikatan batin antara ibu dan anak pun semakin kuat. Namun ada saatnya bayi tumbuh menjadi balita dan ibu harus menyapih ASI. Berikut ini tip untuk menyapih ASI, seperti dilansir laman Boldsky. 1. Lakukan bertahap Menyapih ASI harus dilakukan secara bertahap, mulai dengan mengurangi frekuensi menyusui hingga menghentikan proses menyusui secara perlahan. Kurangi proses menyusui pada siang hari. Biasanya, cara ini mampu mengurangi produksi ASI. Secara bertahap, anak akan dapat mengikuti proses penyapihan dengan baik. 2. Menyiapkan pengganti Coba gunakan botol susu berisi ASI perah atau jus untuk mengganti ...