Skip to main content

Tips Cara Mengemas Durian dan Oleh-oleh Lain yang Baunya Menyengat dan tidak lazim


MAKANAN dan aroma adalah dua hal yang jelas tidak bisa dipisahkan. Sebuah aroma akan menentukan selera makan seseorang.

Namun bagaimana jika makanan memiliki aroma yang sangat menyengat? Ada beberapa makanan dengan aroma menyengat yang kerap dijadikan oleh-oleh. Berikut ini cara mengolah dan menyimpan lima makanan dengan aroma menyengat yang kerap dijadikan oleh-oleh saat berkunjung ke daerah penghasil makanan tersebut.

1. Durian

Pada beberapa orang, mencium aroma durian yang tajam dan menyengat akan membuat pusing, bahkan sampai merasa mual dan muntah.
Bagi mereka yang tak suka, aroma durian dianggap sangat mengganggu. Bahkan di beberapa negara, terdapat peraturan larangan membawa durian di tempat-tempat umum dan di pesawat.

Agar aromanya tidak mengganggu, simpan durian dalam wadah yang memiliki tutup, kemudian masukkan ke dalam wadah kedap udara yang lebih besar, taburi dengan biji kopi.

Di beberapa pusat durian seperti di Medan, pedagang sudah ahli dalam mengemas durian agar aromanya tidak berbau. Jangan lupa saat dibawa dengan pesawat, jangan ditaruh dalam kabin, melainkan masukan dalam bagasi check-in.

2. Terasi

Bagi Anda yang suka memasak, bumbu dapur satu ini pasti tak asing lagi. Dengan menambahkan terasi akan membuat masakan lebih segar dan beraroma.


Ada beberapa daerah di Indonesia yang merupakan penghasil terasi berkualitas. Contohnya terasi dari Bangka yang kerap dijadikan oleh-oleh. Oleh-oleh semacam ini cocok diberikan ke kerabat yang doyan memasak.

Namun, ak semua orang akan tahan dengan baunya. Aroma yang menyengat dan membuat gatal hidung biasanya akan membuat orang yang menciumnya bersin-bersin.

Bungkus terasi dengan pembungkus plastik, kemudian simpan dalam wadah kedap udara. Letakkan di tempat yang kering, agar terasi tetap berkualitas.

3. Keju Epoisses

Ada banyak jenis keju. Sebagian besar keju memiliki aroma tidak karuan dan busuk. Salah satu keju yang berbau tidak enak adalah keju Epoisses de Bourgogne. Baunya sangat tidak wajar dan bisa membuat orang lain mual, pusing dan mabuk.
Keju ini sebenarnya sangat mewah karena punya julukan "Raja Dari Semua Keju". Rasanya juga enak. Sayangnya, aroma keju ini sungguh merusak selera makan bagi sebagian orang. Bahkan keju ini dilarang dibawa melalui transportasi umum di Prancis.
Lapisi keju Epoisses dengan plastic wrap dan alumunium foil hingga benar-benar rapat. Lalu masukkan ke dalam wadah kedap udara, dengan cara ini aroma keju tidak akan mengganggu.

4. Kimchi

Kimchi adalah sayuran yang difermentasi menggunakan bumbu khas Korea. Rasanya asam dan sedikit pedas. Karena difermentasi dalam waktu lama, sehingga aroma kimchi menjadi kurang sedap. Simpan kimchi dalam wadah kedap udara dan simpan dalam kulkas.

5. Natto

Kedelai putih yang difermentasikan khas Jepang hingga memiliki tekstur lengket dan liat. Biasanya natto dimakan dalam jumlah sedikit bersama nasi putih dan makanan lain.

Terdengar memang menyehatkan, namun natto memiliki aroma menyengat. Simpan natto dalam wadah kedap udara, dan masukkan ke dalam freezer. Saat akan disantap, diamkan hingga suhu kembali normal.

 (Ade Ryani HMK/Nova.grid.id)

Popular posts from this blog

Cara Mengetahui Kesehatan Mental Anak ketika Banyak Berada Dirumah

Tanpa terasa pandemi sudah berjalan lebih dari dua tahun. Selama itu pula anak harus menjalani School From Home (SFH) atau pembelajaran jarak jauh demi menekan angka penularan. Penyesuaian kebiasaan baru ini tentunya memiliki tantangan tersendiri bagi anak-anak. Mereka yang terbiasa selalu berinteraksi dengan teman dan pergi ke sekolah mendadak harus diam di rumah seharian. Banyak keluhan yang diungkapkan oleh orang tua karena merasa anaknya tidak bisa berkonsentrasi dengan baik selama SFH. Selain itu, tanda-tanda kebosanan juga mulai ditunjukkan oleh anak sehingga berdampak pada tingkat konsentrasi mereka. Moms, jangan anggap remeh kondisi ini karena bisa jadi anak sedang mengalami depresi. Gangguan kesehatan mental anak yang berkepanjangan dapat berakibat buruk pada masa depan mereka. Supaya tidak salah langkah, yuk simak berbagai informasi terkait kesehatan jiwa atau mental anak selama school from home di bawah ini. Apa Itu Kesehatan Mental?        ...

Perawatan Tradisional wanita : 3 Cara Memutihkan Kulit Tangan dan Kaki Secara Alami

1. Campuran Wortel dan Bodylotion Siapa sih yang gak tahu wortel, jenis sayuran yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Ternyata selain baik untuk mata, wortel juga baik untuk menjaga kesehatan kulit. ini dia caranya : a. Alat-alat : 1. Parutan 2. Piring / wadah b. Bahan-bahan : 1.Beberapa batang Wortel / secukupnya 2.Body lotion c. Cara Penggunaan : 1. Silahan parut wortel 2. Kemudian campurkan dengan body lotion 3. Lalu, aduk hingga merata 4. Selanjutnya anda balurkan ke kulit tangan dan kaki dan tunggu sekitar 15-20 menit 5. Setelah itu barulah bisa dibersihkan 2. Madu, Gula dan Pisang Selain enak untuk dimakan ketiga bahan ini juga bisa digunakan untuk merawat dan memutihkan kulit juga lhoo!. Berikut caranya : a. Bahan-bahan : 1. 4 Sendok makan madu asli 2. 4 Sendok makan gula pasir 3. Pisang secukupnya b. Cara Penggunaan : 1. Silahkan sediakan wadah, (piring, mangkuk dsb) 2. Buka kulit pisangnya kemudian simpan didalam wadah tadi 3. Kemudian campurkan dengan madu dan ...

Rahasia Bunda Untuk Menyapih Asi Buat Sikecil

Jika buah hati telah menginjak usia 2 tahun, siap-siap waktunya untuk menyapih. Banyak ibu merasa khawatir menghadapi momen menyapih, terutama untuk anak pertama. Yang perlu diperhatikan dalam menyapih ASI adalah lakukan secara bertahap, alihkan perhatian si anak dengan aktivitas lain, dan jangan ragu meminta bantuan suami. Periode menyusui memang momen yang tak terlupakan. Saat bonding, ikatan batin antara ibu dan anak pun semakin kuat. Namun ada saatnya bayi tumbuh menjadi balita dan ibu harus menyapih ASI. Berikut ini tip untuk menyapih ASI, seperti dilansir laman Boldsky. 1. Lakukan bertahap Menyapih ASI harus dilakukan secara bertahap, mulai dengan mengurangi frekuensi menyusui hingga menghentikan proses menyusui secara perlahan. Kurangi proses menyusui pada siang hari. Biasanya, cara ini mampu mengurangi produksi ASI. Secara bertahap, anak akan dapat mengikuti proses penyapihan dengan baik. 2. Menyiapkan pengganti Coba gunakan botol susu berisi ASI perah atau jus untuk mengganti ...