Skip to main content

Yuk, Jaga Kesehatan Tulang dari Sekarang!


Setiap orang, baik laki-laki, perempuan, tua, maupun muda, pasti membutuhkan kalsium untuk kesehatannya. Kalsium sendiri merupakan mineral yang amat penting dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh, antara lain bagi metabolisme tubuh, penghubung antar saraf, menjaga pergerakan otot, hingga mencegah terjadinya osteoporosis (keropos tulang).

Baca Juga: Hindari Kebiasaan dan Penyebab Tulang Bungkuk Ini!

Saking bermanfaatnya bagi kesehatan, maka penting bagi setiap orang untuk menjaga kecukupan kalsium di dalam tubuh setiap saat. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah rekomendasi dari Institute of Medicine mengenai jumlah kebutuhan kalsium yang dibutuhkan berdasar usia:
1-3 tahun: 700 mg per hari.
4-8 tahun: 1.000 mg per hari.
9-18 tahun: 1.300 mg per hari.
19-50 tahun: 1.000 mg per hari
51-70 tahun: 1.200 mg per hari untuk perempuan; dan 1.000 mg per hari untuk laki-laki.
Di atas 71 tahun: 1.200 mg per hari.

Sangat penting bagi kita untuk mengetahui jumlah kebutuhan kalsium per hari. Hal ini karena seiring bertambahnya umur, kondisi kepadatan tulang akan semakin menurun. Perlu diketahui, puncak kepadatan tulang sebenarnya terjadi pada saat usia menginjak 30 tahun. Setelah itu, tulang akan mulai kehilangan kepadatannya secara perlahan, hingga akhirnya menurun drastis, terutama saat wanita mengalami menopause.
Baca Juga: Cara Mencegah Menopause Dini

Nah, supaya kepadatan tulang bisa terus terjaga, yuk ikuti beberapa tips di bawah ini!

1. Luangkan waktu untuk berjemur di pagi hari
Ya, bagi Mums yang memiliki bayi, sudah tahu dong jika menjemur si Kecil di bawah matahari pagi sangat baik bagi kesehatannya. Nah, hal ini ternyata juga berlaku lho bagi Geng Sehat yang sudah dewasa. Pagi hari memang merupakan waktu yang baik untuk memeroleh sinar matahari, yang kaya akan vitamin D.

Vitamin D sendiri sangat baik untuk kesehatan tulang. Cukup luangkan 10-20 menit berjemur di bawah terik matahari antara jam 7-9 pagi, maka Kamu sudah mengurangi risiko terkena patah tulang sebanyak 30 persen.

2. Rutin berolahraga atau melakukan aktivitas fisik
Tidak bisa dipungkiri lagi jika olahraga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Dengan berolahraga secara rutin, maka tulang dan otot akan menjadi semakin kuat. Jika Geng Sehat jarang berolahraga atau bergerak aktif, maka hal tersebut tentu saja dapat mengancam kesehatan tulang. Ancaman tersebut berupa risiko terkena osteoporosis, yakni kondisi yang menyebabkan tulang menjadi rapuh akibat berkurangnya kepadatan tulang.

Maka dari itu, usahakan untuk tetap meluangkan waktu beberapa menit atau jam dalam sehari untuk melakukan olahraga dan aktivitas fisik. Geng Sehat bisa melakukan yoga, jogging, atau bermain bola. Atau jika memang Geng Sehat tidak memiliki banyak waktu luang untuk berolahraga, luangkan waktu untuk melakukan aktivitas fisik ringan, seperti naik tangga atau berjalan kaki saat pergi, istirahat, atau pulang bekerja.

3. Hindari rokok dan konsumsi alkohol
Jika saat ini Geng Sehat memiliki kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol, maka sebaiknya kurangi atau hentikan kebiasaan tersebut jika menginginkan kondisi tulang yang sehat. Pasalnya, merokok dapat mengganggu penyerapan kalsium, sehingga kalsium yang disimpan dalam tubuh justru terbuang sia-sia. Kalau sudah begini, akibatnya tulang tidak dapat berfungsi lagi dengan baik.

Selain itu, perempuan yang merokok juga lebih berisiko terkena masalah kesehatan, seperti menopause dini, dibandingkan dengan perempuan yang tidak merokok. Tidak hanya rokok, mengonsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat membawa pengaruh buruk bagi tulang Kamu, Gengs. Karena, para pecandu alkohol berat berisiko lebih tinggi mengalami osteoporosis.

4. Mengonsumsi makanan dan minuman yang menyehatkan tulang
Salah satu upaya lain yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tulang adalah dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung vitamin dan juga kalsium. Tiga vitamin yang setidaknya harus senantiasa Kamu penuhi untuk kesehatan tulang antara lain vitamin C, D, dan K. Vitamin C bermanfaat untuk membangun kolagen pembentukan tulang. Vitamin D memperkuat tulang agar tidak mudah keropos dan patah. Sedangkan vitamin K berguna untuk memperlambat proses pengeroposan tulang dan mempercepat proses penyembuhan.

Semua vitamin ini dapat Kamu peroleh dengan mengonsumsi buah-buahan dan juga sayuran. Selain melalui buah dan juga sayuran, nutrisi untuk tulang juga bisa Kamu peroleh dengan rutin minum susu. Tapi kira-kira susu seperti apa ya yang cocok untuk kesehatan tulang?

Untuk memperoleh khasiat terbaik dari susu, maka ada baiknya Kamu memperhatikan kandungan kalsium yang ditawarkan dari setiap produk susu yang ingin Kamu minum. Susu paling baik adalah susu yang memiliki kandungan kalsium tinggi sebanyak 100 persen dan dilengkapi serat pangan inulin, yang berguna untuk mengoptimalkan kepadatan tulang dengan memaksimalkan penyerapan kalsium ke dalam tubuh.

Oh ya, seperti dikatakan sebelumnya, berhubung kebutuhan kalsium setiap orang berbeda berdasarkan usianya, maka jangan lupa juga ya untuk memperhatikan produk susu sesuai kelompok umurnya. Kandungan nutrisi dan kalsium dalam produk susu yang ditujukan untuk usia produktif seperti 19-50 tahun, tentu akan berbeda dengan kandungan nutrisi dan kalsium pada produk susu untuk usia lanjut di atas 50 tahun. Begitu juga dengan produk susu yang ditujukan untuk bayi dan balita.

Untungnya, saat ini sudah banyak kok produk susu yang dibuat khusus sesuai kategori umur Geng Sehat. Dan, tentunya juga dengan rasa yang enak dan tidak membuat enek! Tuh kan, jadi jangan malas minum susu ya dari sekarang, Gengs!
Baca Juga; Manfaat Konsumsi Susu dan Produk Olahannya

Memiliki tulang yang sehat dan kuat merupakan investasi di masa tua nanti. Jangan sampai karena ketidakpedulianmu terhadap kesehatan tulang di masa muda, justru membuat Kamu mengalami kerugiannya, misalnya mengalami osteoporosis, bahkan sebelum tua!


Popular posts from this blog

Cara Mengetahui Kesehatan Mental Anak ketika Banyak Berada Dirumah

Tanpa terasa pandemi sudah berjalan lebih dari dua tahun. Selama itu pula anak harus menjalani School From Home (SFH) atau pembelajaran jarak jauh demi menekan angka penularan. Penyesuaian kebiasaan baru ini tentunya memiliki tantangan tersendiri bagi anak-anak. Mereka yang terbiasa selalu berinteraksi dengan teman dan pergi ke sekolah mendadak harus diam di rumah seharian. Banyak keluhan yang diungkapkan oleh orang tua karena merasa anaknya tidak bisa berkonsentrasi dengan baik selama SFH. Selain itu, tanda-tanda kebosanan juga mulai ditunjukkan oleh anak sehingga berdampak pada tingkat konsentrasi mereka. Moms, jangan anggap remeh kondisi ini karena bisa jadi anak sedang mengalami depresi. Gangguan kesehatan mental anak yang berkepanjangan dapat berakibat buruk pada masa depan mereka. Supaya tidak salah langkah, yuk simak berbagai informasi terkait kesehatan jiwa atau mental anak selama school from home di bawah ini. Apa Itu Kesehatan Mental?        ...

Perawatan Tradisional wanita : 3 Cara Memutihkan Kulit Tangan dan Kaki Secara Alami

1. Campuran Wortel dan Bodylotion Siapa sih yang gak tahu wortel, jenis sayuran yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Ternyata selain baik untuk mata, wortel juga baik untuk menjaga kesehatan kulit. ini dia caranya : a. Alat-alat : 1. Parutan 2. Piring / wadah b. Bahan-bahan : 1.Beberapa batang Wortel / secukupnya 2.Body lotion c. Cara Penggunaan : 1. Silahan parut wortel 2. Kemudian campurkan dengan body lotion 3. Lalu, aduk hingga merata 4. Selanjutnya anda balurkan ke kulit tangan dan kaki dan tunggu sekitar 15-20 menit 5. Setelah itu barulah bisa dibersihkan 2. Madu, Gula dan Pisang Selain enak untuk dimakan ketiga bahan ini juga bisa digunakan untuk merawat dan memutihkan kulit juga lhoo!. Berikut caranya : a. Bahan-bahan : 1. 4 Sendok makan madu asli 2. 4 Sendok makan gula pasir 3. Pisang secukupnya b. Cara Penggunaan : 1. Silahkan sediakan wadah, (piring, mangkuk dsb) 2. Buka kulit pisangnya kemudian simpan didalam wadah tadi 3. Kemudian campurkan dengan madu dan ...

Rahasia Bunda Untuk Menyapih Asi Buat Sikecil

Jika buah hati telah menginjak usia 2 tahun, siap-siap waktunya untuk menyapih. Banyak ibu merasa khawatir menghadapi momen menyapih, terutama untuk anak pertama. Yang perlu diperhatikan dalam menyapih ASI adalah lakukan secara bertahap, alihkan perhatian si anak dengan aktivitas lain, dan jangan ragu meminta bantuan suami. Periode menyusui memang momen yang tak terlupakan. Saat bonding, ikatan batin antara ibu dan anak pun semakin kuat. Namun ada saatnya bayi tumbuh menjadi balita dan ibu harus menyapih ASI. Berikut ini tip untuk menyapih ASI, seperti dilansir laman Boldsky. 1. Lakukan bertahap Menyapih ASI harus dilakukan secara bertahap, mulai dengan mengurangi frekuensi menyusui hingga menghentikan proses menyusui secara perlahan. Kurangi proses menyusui pada siang hari. Biasanya, cara ini mampu mengurangi produksi ASI. Secara bertahap, anak akan dapat mengikuti proses penyapihan dengan baik. 2. Menyiapkan pengganti Coba gunakan botol susu berisi ASI perah atau jus untuk mengganti ...