Skip to main content

4 Masalah perut ini bisa jadi tanda awal munculnya penyakit serius


Merdeka.com - Perut dan organ pencernaan akan langsung bereaksi dari makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuhmu. Jika kamu keseringan konsumsi makanan pedas, maka perutmu bisa mual. Jika kamu kebanyakan minum kopi, asam lambung bisa naik dan berakhir dengan kembung.

Nah, jika kamu sering mengalami masalah perut padahal kamu merasa bahwa makanan yang kamu konsumsi normal-normal saja, maka bisa jadi itu adalah gejala awal dari munculnya sebuah penyakit. Dilansir dari boldsky.com, berikut adalah penjelasannya.

Nyeri perut
Banyak orang yang merasakan nyeri perut, terutama di area pusar ketika mereka menderita radang usus buntu. Selain itu, masalah dengan kantong empedu juga bisa memberikan rasa sakit di perut bagian atas atau bahkan punggung.

Sembelit
Selain karena kurang mengonsumsi makanan berserat, sembelit juga bisa terjadi ketika kamu mengalami masalah tiroid, luka di usus besar, atau efek samping dari obat-obatan yang kamu konsumsi,

Diare
Tak hanya karena kebanyakan mengonsumsi makanan pedas, diare juga terjadi akibat dari infeksi bakteri atau virus. Apalagi jika kamu mengalaminya lebih dari 2 hari disertai dengan demam, sering muntah, dan sakit parah di perut.

Kembung
Kembung yang sampai membuatmu tidak bisa beraktivitas dengan nyaman patut untuk kamu waspadai. Sebab hal ini bisa berhubungan dengan munculnya potensi penyakit usus.

Apakah kamu sering mengalami gejala di atas? Sebaiknya segera ke dokter untuk memeriksakan kondisi kesehatanmu. [feb]

Popular posts from this blog

Cara Mengetahui Kesehatan Mental Anak ketika Banyak Berada Dirumah

Tanpa terasa pandemi sudah berjalan lebih dari dua tahun. Selama itu pula anak harus menjalani School From Home (SFH) atau pembelajaran jarak jauh demi menekan angka penularan. Penyesuaian kebiasaan baru ini tentunya memiliki tantangan tersendiri bagi anak-anak. Mereka yang terbiasa selalu berinteraksi dengan teman dan pergi ke sekolah mendadak harus diam di rumah seharian. Banyak keluhan yang diungkapkan oleh orang tua karena merasa anaknya tidak bisa berkonsentrasi dengan baik selama SFH. Selain itu, tanda-tanda kebosanan juga mulai ditunjukkan oleh anak sehingga berdampak pada tingkat konsentrasi mereka. Moms, jangan anggap remeh kondisi ini karena bisa jadi anak sedang mengalami depresi. Gangguan kesehatan mental anak yang berkepanjangan dapat berakibat buruk pada masa depan mereka. Supaya tidak salah langkah, yuk simak berbagai informasi terkait kesehatan jiwa atau mental anak selama school from home di bawah ini. Apa Itu Kesehatan Mental?        ...

Perawatan Tradisional wanita : 3 Cara Memutihkan Kulit Tangan dan Kaki Secara Alami

1. Campuran Wortel dan Bodylotion Siapa sih yang gak tahu wortel, jenis sayuran yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Ternyata selain baik untuk mata, wortel juga baik untuk menjaga kesehatan kulit. ini dia caranya : a. Alat-alat : 1. Parutan 2. Piring / wadah b. Bahan-bahan : 1.Beberapa batang Wortel / secukupnya 2.Body lotion c. Cara Penggunaan : 1. Silahan parut wortel 2. Kemudian campurkan dengan body lotion 3. Lalu, aduk hingga merata 4. Selanjutnya anda balurkan ke kulit tangan dan kaki dan tunggu sekitar 15-20 menit 5. Setelah itu barulah bisa dibersihkan 2. Madu, Gula dan Pisang Selain enak untuk dimakan ketiga bahan ini juga bisa digunakan untuk merawat dan memutihkan kulit juga lhoo!. Berikut caranya : a. Bahan-bahan : 1. 4 Sendok makan madu asli 2. 4 Sendok makan gula pasir 3. Pisang secukupnya b. Cara Penggunaan : 1. Silahkan sediakan wadah, (piring, mangkuk dsb) 2. Buka kulit pisangnya kemudian simpan didalam wadah tadi 3. Kemudian campurkan dengan madu dan ...

Rahasia Bunda Untuk Menyapih Asi Buat Sikecil

Jika buah hati telah menginjak usia 2 tahun, siap-siap waktunya untuk menyapih. Banyak ibu merasa khawatir menghadapi momen menyapih, terutama untuk anak pertama. Yang perlu diperhatikan dalam menyapih ASI adalah lakukan secara bertahap, alihkan perhatian si anak dengan aktivitas lain, dan jangan ragu meminta bantuan suami. Periode menyusui memang momen yang tak terlupakan. Saat bonding, ikatan batin antara ibu dan anak pun semakin kuat. Namun ada saatnya bayi tumbuh menjadi balita dan ibu harus menyapih ASI. Berikut ini tip untuk menyapih ASI, seperti dilansir laman Boldsky. 1. Lakukan bertahap Menyapih ASI harus dilakukan secara bertahap, mulai dengan mengurangi frekuensi menyusui hingga menghentikan proses menyusui secara perlahan. Kurangi proses menyusui pada siang hari. Biasanya, cara ini mampu mengurangi produksi ASI. Secara bertahap, anak akan dapat mengikuti proses penyapihan dengan baik. 2. Menyiapkan pengganti Coba gunakan botol susu berisi ASI perah atau jus untuk mengganti ...