Skip to main content

JANGAN ASAL..!!! Berikut adalah cara membersihkan Botol minum si buah hati agar tidak terkena Bakteri Baru kembali.


Meski tampak sepele, tapi kegiatan membersihkan botol susu bayi butuh kecermatan tingkat tinggi loh!  Bagaimana tidak, botol susu yang kurang bersih bisa picu terjadinya infeksi bakteri dan penyakit pada bayi. Sistem pembersihan yang maksimal akan menghilangkan semua sisa susu agar tidak membusuk dan menjadi sarang kuman. Plus, pemeliharaan botol susu yang baik akan membuat perlengkapan bayi Anda menjadi tahan lama. Yuk...cari cara aman mencuci botol susu bayi di sini:


 Memberikan susu pada bayi yang telah berumur 2 tahun ke atas memang baik dalam menunjang pertumbuhan bagi sang  bayi. Memberikan susu formula pada bayi tentu harus memerhatikan botol susu formula yang harus melihat desainnya agar dapat dipegang secara nyaman oleh bayi dan saat bayi minum dot bayi merasakan seperti minum langsung dari sang Ibu. Botol susu bayi yang baik adalah dapat mengurangi resiko kolik / sedak, dapat menjaga kadar vitamin dan gizi, dan secara langsung memberikan aliran alami tanpa jeda seperti menyusui langsung pada payudara. Bentuk botol yang standard yang ramping juga memudahkan bayi dalam belajar memegang botol. Oleh karenanya, kita harus cerdas dala memilih botol untuk susu formula bayi kita.

Botol susu yang baik bagi si buah hati haruslah terbuat dari bahan PP (Polypropylene) grade terbaik dan tidak mengandung BPA (Bisphenol A) sehingga aman untuk kesehatannya. Ibu harus benar – benar menjaga kebersihan botol bayi agar bayi terhindar dari bakteri atau virus yang menempel pada dinding botol bayi yang kotor. Jika kebersihan botol dan dot tidak terjaga, sangat memungkinkan bayi terserang penyakit berupa infeksi pada mulut dan gigi, tenggorokan, dan yang paling sering dialami oleh buah hati adalah gangguan pencernaan, seperti diare atau nyeri perut. Yang terpenting dalam menjaga kebersihan botol dan dot adalah sterilisasi ( dijaga agar tetap steril ).


Membersihkan botol susu bayi harus memerhatikan berbagai hal karena kita harus memastikan botol bayi agar tetap terjaga kesterilannya. Pertama, cucilah tangan dengan sabun sebelum membersihkan botol dan dot. Kedua, cuci seluruh komponen botol dan dot di dalam air hangat dan bersih memakai sabun khusus pembersih botol. Ketiga, sikat sela-sela botol dan dot untuk membersihkan sisa susu yang menempel. Keempat, bilas dengan bersih, disarankan dengan air mengalir.



Untuk mensterilisasi botol bayi, kita harus mengetahui berbagai cara untuk sterilisasi botol dan dot bayi. Terdapat dua macam sterilisasi, yaitu cara manual dengan merebus dan menggunakan alat sterilisasi. Cara manualnya adalah masukkan botol, dot dan perlengkapan bayi baru lahir lainnya yang telah dicuci bersih dalam panci berisi air. Usahakan agar perlengkapan bayi terendam air. Rebus perlengkapan bayi setidaknya 5 menit. Pastikan air panas tersebut tidak surut dan perlengkapan bayi tidak meleleh. Matikan pemanas dan biarkan suhu turun dengan sendirinya. Letakkan botol susu bayi pada tempat khusus dan tertutup. Dengan terus memperhatikan kesehatan si buah hati yaitu memilih botol susu dan dot bayi yang terbuat dari bahan-bahan yang aman tentunya akan memberikan kenyamanan ekstra bagi si buah hati.

Langkah #1 Cucilah tangan Anda dengan sabun hingga bersih sebelum mencuci botol susu si kecil.



Langkah #2 Lepaskan seluruh bagian botol susu dan tuangkan sedikit cairan pembersih khusus ke tiap bagian botol susu. Tambahkan sedikit air untuk mempermudah proses pencucian.



Langkah #3 Mulailah dengan membersihkan dasar botol susu menggunakan sikat halus dengan gerakan memutar. Bersihkan sisi dalam botol dengan menggerakkan sikat naik-turun. Lanjutkan ke bagian bibir botol, jika perlu gunakan sikat kecil yang bisa menjangkau setiap celah tutup botol.



Langkah #4 Setelah usai membersihkan bagian botol, Anda bisa melanjutkannya ke bagian gelang dot. Pakailah sikat kecil untuk membersihkan seluruh bagian dari gelang dot ini, terutama bagian ulir di dalamnya yang kadang suka terlupakan. Lalu, bersihkan dot dengan sikat yang sama. Pastikan tidak ada sisa susu yang tertinggal.



Langkah #5 Cuci bagian tutup botol susu dengan menggunakan spon pembersih hingga bagian dalamnya.



Langkah #6 Bilas hingga bersih semua bagian botol yang sudah diberi sabun tadi dengan menggunakan air keran yang mengalir. Jangan biasakan membilas dengan cara merendamnya di dalam wadah.  Sebab kebiasaan ini membuat kotoran akan menempel lagi.



Langkah #7 Setelah proses pencucian selesai, lanjutkan dengan proses pensterilan. Didihkan air dalam panci, matikan api dan diamkan setiap bagian botol di dalam panci selama 15 menit. Untuk hasil maksimal, gunakan air mineral sebagai air rebusan. Mengapa? Sebab kualitas air keran setiap rumah itu berbeda-beda. Kalau tidak ingin direbus, Anda juga bisa menggunakan alat sterilisator.



Langkah #8 Angkat botol susu dengan menggunakan penjepit dan tiriskan. Kemudian, keringkan botol dan perlengkapannya dengan handuk bersih. Biasakan untuk menyediakan lap khusus untuk membersihkan botol susu, jangan campurkan dengan lap yang lain. Kemudian simpan botol dalam wadah plastik bersih. Jangan biarkan botol terendam lama di dalam panci, apalagi sampai airnya dingin lagi. Ini akan membuat proses pensterilan sia-sia, dan kuman-kuman pun akan kembali menempel pada botol


Popular posts from this blog

Cara Mengetahui Kesehatan Mental Anak ketika Banyak Berada Dirumah

Tanpa terasa pandemi sudah berjalan lebih dari dua tahun. Selama itu pula anak harus menjalani School From Home (SFH) atau pembelajaran jarak jauh demi menekan angka penularan. Penyesuaian kebiasaan baru ini tentunya memiliki tantangan tersendiri bagi anak-anak. Mereka yang terbiasa selalu berinteraksi dengan teman dan pergi ke sekolah mendadak harus diam di rumah seharian. Banyak keluhan yang diungkapkan oleh orang tua karena merasa anaknya tidak bisa berkonsentrasi dengan baik selama SFH. Selain itu, tanda-tanda kebosanan juga mulai ditunjukkan oleh anak sehingga berdampak pada tingkat konsentrasi mereka. Moms, jangan anggap remeh kondisi ini karena bisa jadi anak sedang mengalami depresi. Gangguan kesehatan mental anak yang berkepanjangan dapat berakibat buruk pada masa depan mereka. Supaya tidak salah langkah, yuk simak berbagai informasi terkait kesehatan jiwa atau mental anak selama school from home di bawah ini. Apa Itu Kesehatan Mental?        ...

Perawatan Tradisional wanita : 3 Cara Memutihkan Kulit Tangan dan Kaki Secara Alami

1. Campuran Wortel dan Bodylotion Siapa sih yang gak tahu wortel, jenis sayuran yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Ternyata selain baik untuk mata, wortel juga baik untuk menjaga kesehatan kulit. ini dia caranya : a. Alat-alat : 1. Parutan 2. Piring / wadah b. Bahan-bahan : 1.Beberapa batang Wortel / secukupnya 2.Body lotion c. Cara Penggunaan : 1. Silahan parut wortel 2. Kemudian campurkan dengan body lotion 3. Lalu, aduk hingga merata 4. Selanjutnya anda balurkan ke kulit tangan dan kaki dan tunggu sekitar 15-20 menit 5. Setelah itu barulah bisa dibersihkan 2. Madu, Gula dan Pisang Selain enak untuk dimakan ketiga bahan ini juga bisa digunakan untuk merawat dan memutihkan kulit juga lhoo!. Berikut caranya : a. Bahan-bahan : 1. 4 Sendok makan madu asli 2. 4 Sendok makan gula pasir 3. Pisang secukupnya b. Cara Penggunaan : 1. Silahkan sediakan wadah, (piring, mangkuk dsb) 2. Buka kulit pisangnya kemudian simpan didalam wadah tadi 3. Kemudian campurkan dengan madu dan ...

Rahasia Bunda Untuk Menyapih Asi Buat Sikecil

Jika buah hati telah menginjak usia 2 tahun, siap-siap waktunya untuk menyapih. Banyak ibu merasa khawatir menghadapi momen menyapih, terutama untuk anak pertama. Yang perlu diperhatikan dalam menyapih ASI adalah lakukan secara bertahap, alihkan perhatian si anak dengan aktivitas lain, dan jangan ragu meminta bantuan suami. Periode menyusui memang momen yang tak terlupakan. Saat bonding, ikatan batin antara ibu dan anak pun semakin kuat. Namun ada saatnya bayi tumbuh menjadi balita dan ibu harus menyapih ASI. Berikut ini tip untuk menyapih ASI, seperti dilansir laman Boldsky. 1. Lakukan bertahap Menyapih ASI harus dilakukan secara bertahap, mulai dengan mengurangi frekuensi menyusui hingga menghentikan proses menyusui secara perlahan. Kurangi proses menyusui pada siang hari. Biasanya, cara ini mampu mengurangi produksi ASI. Secara bertahap, anak akan dapat mengikuti proses penyapihan dengan baik. 2. Menyiapkan pengganti Coba gunakan botol susu berisi ASI perah atau jus untuk mengganti ...