Skip to main content

Cerpen Klasik Dunia : "PUTRI BANGSAWAN DAN ANAK PENJUAL ARANG (KUBA)"

Cerpen Klasik Dunia  : "PUTRI BANGSAWAN DAN ANAK PENJUAL ARANG (KUBA)"

WRITTEN BY THE JAKARTA POST WRITING CENTER


DI SUATU NEGERI NUN JAUH — aku tidak ingat negeri apa — adalah sungai yang mengalir deras di samping sebuah istana, serta dikelilingi oleh taman-taman indah sejauh mata memandang.

Di dalam istana tersebut hiduplah seorang wanita bangsawan bernama María, yang tengah mengandung dan akan melahirkan dalam waktu dekat. Anak ini, pikirnya, akan jadi sumber kebahagiaan dalam hidupnya, dan ia telah membayangkan segala hal yang luar biasa bagi masa depan anak tersebut. Suatu sore, ketika ia tengah berjalan-jalan di salah satu taman, ia tak sengaja berpapasan dengan seorang wanita desa yang baru saja mengantar sekantung arang. Wanita penjual arang itu juga tengah mengandung. Begitu ia melihat si wanita bangsawan, ia berhenti dan berkata, “Nyonya, betapa menariknya bila nanti engkau melahirkan seorang putri dan aku seorang putra! Mereka bisa menikah dengan satu sama lain!”



Si wanita bangsawan yang agak sombong itu tak menyahut dan justru memutar tubuhnya, memunggungi si wanita penjual arang. Namun kata-kata si wanita penjual arang terus melekat di kepalanya. Beberapa hari kemudian, benar saja, si wanita bangsawan melahirkan seorang bayi perempuan. Lantas ia memanggil pelayan yang paling dia percaya dan berkata, “Pergilah dan temui si wanita penjual arang. Bila dia juga melahirkan bayi perempuan, maka biarkan dia. Tapi bila anaknya lelaki, kau harus bunuh anak itu. Sebagai buktinya, bawakan aku lidah dan jari kelingking anak itu.”

Si pelayan segera beranjak menuju gubuk tempat tinggal si wanita penjual arang. Apa yang ditemuinya di sana? Seorang bayi lelaki dengan kulit halus dan mata biru, persis malaikat. Tak lama kemudian, si wanita penjual arang itu sadar kenapa pelayan istana datang ke gubuknya. Maka ia memegang bayinya sekuat tenaga, hanya saja pelayan itu lebih kuat dan segera membawa kabur bayi tersebut.

Si pelayan segera menghunus pisaunya, namun pada saat itu juga ia merasa malu. Mana mungkin ia membunuh bayi yang tak berdosa? Tapi, di lain pihak, ia sadar majikannya takkan melepasnya begitu saja bila tahu ia telah melawan perintahnya. Maka si pelayan memotong jari kelingking bayi itu. Lalu, ia membunuh seekor anak anjing yang kebetulan lewat, dan memotong lidah anjing itu. Perlahan-lahan, dengan penuh kelembutan, si pelayan membaringkan bayi itu di dalam keranjang. Sebagai alas, ia menggunakan tumpukkan jerami. Setelah itu, ia lepas keranjang tersebut di permukaan air sungai, berharap arus air akan membawanya ke suatu tempat jauh. Kemudian, setelah ia kembali ke istana, majikannya bertanya, “Apa kau sudah lakukan apa yang aku minta?”

“Nyonya, ini buktinya,” kata si pelayan.

Si wanita bangsawan sangat puas dan segera memasang papan tanda di depan pintu gerbang istana, berbunyi:

 APA YANG DICIPTAKAN TUHAN, AKU HANCURKAN.

Nah, Raja dan Ratu negara ini adalah penguasa bijak yang hidup berkecukupan. Namun kebahagiaan mereka belum lengkap, karena selama bertahun-tahun setelah menikah mereka masih belum dikaruniai anak. Suatu hari, entah bagaimana, sang Raja tengah berjalan-jalan di tepi sungai dan tak sengaja menemukan sebentuk keranjang berisi seorang bayi lelaki. Tentu, bayi itu adalah putra si wanita penjual arang. Sang Raja membawa keranjang dan isinya kepada sang Ratu seraya berkata, “Coba lihat apa yang kutemukan di sungai. Dia akan jadi putra kita.”

Sang Ratu sangat berbahagia mendengar itu dan memerintahkan agar dibuatkan sebentuk jari emas sebagai pengganti jari kelingking sang bayi yang telah dipotong.

Tahun-tahun berlalu, dan kini bayi itu telah tumbuh jadi seorang pangeran muda. Ketika ia berusia dua puluh tahun, sang Raja dan Ratu mengajaknya bicara pelan-pelan. Mereka menceritakan asal-usulnya, bagaimana ia ditemukan di dalam sebuah keranjang yang hanyut di sungai, dan bagaimana mereka telah menyayangi dan mengasuhnya seolah ia adalah anak mereka sendiri; juga bagaimana ia telah ditetapkan sebagai pewaris kerajaan.

Sang Pangeran pun sangat memuja sang Raja dan sang Ratu. Namun kini ia ingin sekali bertemu dengan orangtua kandungnya. Ia ingin menolong mereka, karena berpikir kedua orangtua kandungnya pasti sangat miskin dan menderita — hal itu membuatnya sangat sedih.

“Apa yang sedang kau pikirkan?” tanya sang Raja.

“Tuan, aku sangat menyayangi kalian. Tapi aku harus pergi berkeliling negeri untuk mencari orangtua kandungku. Aku yakin aku pasti bisa menemukan mereka. Begitu aku menemukan mereka, aku akan membawa mereka pulang ke istana kita dan setelah itu semua orang akan berbahagia.”

Sang Raja membicarakan hal tersebut dengan istrinya. Akhirnya, mereka mengijinkan sang Pangeran untuk mengelilingi seisi negeri guna mencari orangtua kandungnya. Sang Raja pun memerintahkan dua puluh pelayan dan dua puluh prajurit untuk mengikuti sang Pangeran sebagai teman perjalanan.

Sang Pangeran diterima dengan tangan terbuka di setiap kota yang ia lewati. Namun ia masih sedih. Ia masih belum bisa menemukan kedua orangtua kandungnya. Tak lama, ia tiba di kota tempat tinggal si wanita bangsawan dan menginap di sebuah rumah penginapan yang letaknya berseberangan dengan istana si wanita bangsawan.

Hal pertama yang ia lihat dari istana itu adalah papan tanda yang berbunyi: APA YANG DICIPTAKAN TUHAN, AKU HANCURKAN. Sang Pangeran bertanya pada para pekerja di rumah penginapan apa arti tanda itu, tetapi tak ada seorang pun yang tahu.

Suatu sore, sembari berdiri di belakang jendela dan menatap ke arah tulisan yang tertera di papan tanda yang terkait di pintu gerbang istana si wanita bangsawan, sang Pangeran tak sengaja melihat sosok seorang gadis cantik yang tengah melamun di atas balkon istana. “Siapa gadis itu?” tanya sang Pangeran.

“Putri si pemilik istana,” jawab salah seorang pekerja di rumah penginapan tersebut.

Hati sang Pangeran kontan melompat senang. Si wanita bangsawan juga kebetulan telah mengundangnya datang ke istana sebagai bentuk perayaan atas kedatangannya ke kota itu. Pasti ia nanti akan dikenalkan dengan gadis tersebut, pikir sang Pangeran.

Di acara perayaan tersebut, putri si wanita bangsawan langsung jatuh cinta terhadap sang Pangeran pada pandangan pertama. Seperti yang kukatakan, pangeran itu sangat tampan. Dan begitu juga halnya dengan sang Pangeran yang langsung jatuh hati pada kecantikan gadis itu.

Selain tampan, sang Pangeran juga murah hati. Ia tidak hanya berbaur dengan para tamu undangan, tapi juga dengan para pelayan. Ketika ia berbicara dengan si pelayan yang dulu ditugaskan membunuhnya, ia bertanya: “Tolong katakan padaku, apa arti tulisan pada papan tanda di gerbang istana?”

Melihat jari kelingking sang Pangeran yang terbuat dari emas, si pelayan tahu — tanpa bertanya terlebih dahulu — bahwa sang Pangeran adalah bayi yang dulu ia hanyutkan di sungai. Putra dari si wanita penjual arang.

“Akan kujelaskan,” ujar si pelayan. “Asal kau tidak membeberkannya kemana-mana.”

Begitu si pelayan menceritakan apa yang terjadi dua puluh tahun lalu kepada sang Pangeran, keduanya berencana untuk bertemu lagi keesokan paginya. “Tunggu kedatanganku di sudut hutan,” kata sang Pangeran. “Lalu bawa aku ke gubuk si wanita penjual arang. Tapi jangan bilang siapa-siapa, mengerti?”

“Mengerti,” kata si pelayan yang kini telah berusia separuh abad.

Keesokan paginya, ketika si wanita penjual arang melihat sosok dua orang lelaki mendekati gubuknya, ia segera menghampiri mereka dengan penuh kekesalan seraya bertanya, “Apa mau kalian?”

Sang Pangeran berkata, “Bu, ingatkah engkau akan putramu yang dibawa lari tak lama setelah ia lahir? Akulah putramu.”

Wanita itu tak dapat berkata-kata. Ia membuka lengannya lebar-lebar untuk memeluk sang Pangeran. “Tapi jangan bilang siapa-siapa,” kata pemuda itu. “Tunggu saja di sini sampai aku panggil.”

Sang Pangeran beranjak dari sana dan kembali ke istana tempat tinggal si wanita bangsawan. Ia melamar si gadis cantik untuk jadi istrinya. Tentu saja, si wanita bangsawan kegirangan. Jawabannya lugas dan singkat: “Ya!” Sudah lama ia bermimpi agar putrinya bisa menikah dengan keturunan kerajaan dan jadi menantu Raja.

Di hari pernikahan mereka, adalah seorang tamu misterius yang datang mengenakan cadar penutup wajah. Ketika perayaan pernikahan itu usai, sang Pangeran berkata, “Bu, bukalah cadar itu.” Dan si wanita penjual arang pun berdiri di tengah ruangan yang ramai pengunjung, berhadapan dengan ibu mertua sang Pangeran.

“Dan ini,” kata si wanita penjual arang, “adalah putraku yang kau ambil dariku dua puluh tahun lalu. Tuhan telah menyelamatkannya dari kematian.”

Si wanita bangsawan, mendengar hal itu, langsung sesak oleh amarah dan malu. Beberapa menit kemudian, tubuhnya tumbang ke lantai. Si wanita bangsawan mati begitu saja.. Awalnya, si gadis cantik yang kini telah jadi permaisuri merasa sedih bukan kepalang. Karena bagaimanapun, wanita itu adalah ibunya. Namun setelah airmatanya mengering, gadis itu hidup berbahagia bersama suami, Raja, Ratu, juga si wanita penjual arang. FL

Februari 2016 © Hak Cipta Fiksi Lotus. Tidak untuk dijual, digandakan, atau ditukar.

#CATATAN:

> Dongeng ini berasal dari Kuba dan telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh Hernández Suárez dengan judul The Noblewoman’s Daughter and Charcoal Seller’s Son.

Popular posts from this blog

Resep dan Cara Membuat Ikan Kembung Goreng Renyah Rumahan

Bahan Utama Ikan Kembung: 1 ekor ikan kembung 1 sendok teh air jeruk lemon Seujung sendok terh garam Secukupnya merica bubuk Minyak goreng secukupnya (untuk menggoreng ikan) Bumbu Ikan Kembung yang Dihaluskan: 3 siung Bawang putih 1/2 sdt Ketumbar bubuk 2 cm kunyit bakar Bahan Pelengkap Ikan Kembung Goreng: Lalapan (timun, daun selada, kemangi, tomat) Sambal terasi goreng (sambal mentah) Kerupuk Nasi putih pulen Cara Membuat Ikan Kembung Goreng Renyah Rumahan yang Sederhana Namun Enak, Gurih dan Spesial Cara Membersihkan Ikan Kembung Sebelum Dimasak: Pertama setelah anda membeli ikan kembung dari pasar atau warung, biasanya ikan dikemas dalam plastik dengan kondisi yang sudah dibersihkan. Namun demikian, meskipun ikan telah dibersihkan belum tentu bagian ikan tersebut benar-benar bersih. Untuk itulah, penting sekali membersihkan ika kembung yang sudah anda beli dari pasar untuk memastikan bahwa ikan yang akan anda masak benar-benar bersih secara keseluruh...

Perawatan Tradisional wanita : 3 Cara Memutihkan Kulit Tangan dan Kaki Secara Alami

1. Campuran Wortel dan Bodylotion Siapa sih yang gak tahu wortel, jenis sayuran yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Ternyata selain baik untuk mata, wortel juga baik untuk menjaga kesehatan kulit. ini dia caranya : a. Alat-alat : 1. Parutan 2. Piring / wadah b. Bahan-bahan : 1.Beberapa batang Wortel / secukupnya 2.Body lotion c. Cara Penggunaan : 1. Silahan parut wortel 2. Kemudian campurkan dengan body lotion 3. Lalu, aduk hingga merata 4. Selanjutnya anda balurkan ke kulit tangan dan kaki dan tunggu sekitar 15-20 menit 5. Setelah itu barulah bisa dibersihkan 2. Madu, Gula dan Pisang Selain enak untuk dimakan ketiga bahan ini juga bisa digunakan untuk merawat dan memutihkan kulit juga lhoo!. Berikut caranya : a. Bahan-bahan : 1. 4 Sendok makan madu asli 2. 4 Sendok makan gula pasir 3. Pisang secukupnya b. Cara Penggunaan : 1. Silahkan sediakan wadah, (piring, mangkuk dsb) 2. Buka kulit pisangnya kemudian simpan didalam wadah tadi 3. Kemudian campurkan dengan madu dan ...

KHASIAT DAN MANFAAT BUAH PEPAYA BAGI KESEHATAN JANGKA PANJANG

Buah pepaya merupakan buah yang enak untuk dikonsumsi selain itu banyak sekali manfaat buah pepaya untuk kesehatan. Buah pepaya sendiri merupakan buah yang sangat mudah di jumpai di Indonesia. Bahkan banyak sekali yang memiliki pohon pepaya di pekarangan rumahnya. Maka tak heran jika hampir semua orang Indonesia pernah menikmati kesegaran buah yang satu ini. Hal itu tentunya tak terlepas dari pohon pepaya yang termasuk jenis pohon yang mudah dibudidayan di negara kita. Agar tidak melebar kemana-mana maka pada kesempatan ini pembahasan kita tentang buah pepaya ini hanya dalam lingkup manfaatnya saja. Mungkin bagi sebagian orang hanya memahami manfaat buah pepaya hanya sebatas buah dengan kandungan Vitamn A yang sangat tinggi. Namun ternyata perlu anda pahami bahwa pada buah pepaya banyak sekali kandungan-kandungan senyawa lainya yang tentunya kaya akan manfaat bagi kesehatan maupun obat. Berikut kandungan yang terdapat pada buah pepaya: Vitamin A (1.750 IU) Vitamin ...